Dampak ledakan tabung gas 50 kg di Rumah Makan Nasi Tempong Sridewi, Pakuwon City, Surabaya menghancurkan hampir 41 rumah dan toko (ruko). Hingga kini, lokasi kejadian masih dilakukan sterilisasi.
Salah satu pemilik ruko Bimbingan Belajar Eye Level Pakuwon City di sekitar lokasi, Cellin, mencoba masuk ke ruko miliknya yang hanya berjarak 2 tempat dari lokasi kejadian. Namun, petugas tidak memperbolehkan siapapun mendekati area TKP.
"Aku mau masuk kan ngambil barang, ada barang berharga di situ, tapi nggak diperbolehkan," kata Cellin kepada detikJatim, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cellin menyebut pihaknya baru mendapat informasi ledakan dari salah satu orang tua muridnya karena masih di rumah. Ketika menuju lokasi, ia sudah menemukan rukonya hancur. Terutama kerusakan kaca di lantai dua
"Saya tahunya itu dari salah satu orang tua murid. Katanya ada ledakan gitu. Langsung ke lokasi sekitar jam 9-an, ruko udah hancur. Apalagi jendela atasnya itu nggak pernah kebuka, tiba-tiba kebuka dan rusak," ujarnya.
Menurutnya, dentuman ledakan tersebut terdengar cukup keras. Bahkan menembus perumahan seberang jalan. "Ledakannya ya cukup keras katanya, perumahan sebelah itu sampai lampunya pecah juga," bebernya.
Pihaknya berharap penanganan dan penyidikan segera rampung. Agar akses masuk dapat dibuka. Selain itu, Cellin mendoakan seluruh korban, baik dari pihak yang terdampak bisa segera pulih.
Sebelumnya, sebuah ledakan mengguncang Perumahan San Antonio, Pakuwon City di Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Akibatnya bangunan dan sejumlah kendaraan porak-poranda.
Informasi yang dihimpun, ledakan terjadi Selasa (6/10) sekitar 7.11 WIB. Ledakan tersebut kemudian dilaporkan ke 112 Surabaya.
