Ledakan RM Nasi Tempong Pakuwon City Diduga dari 3 LPG 50 Kg

Ledakan RM Nasi Tempong Pakuwon City Diduga dari 3 LPG 50 Kg

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 06 Okt 2026 10:54 WIB
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyebut, ledakan keras di RM Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, diduga berkaitan dengan tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram. Polisi memastikan, tidak menemukan bahan peledak di lokasi.

Luthfie mengatakan, terdapat tiga tabung LPG di lokasi kejadian. Ada dua tabung berwarna oranye, sedangkan satu lainnya berwarna putih. Ketiganya memiliki kapasitas yang sama.

"Tiga buah LPG masing-masing 50 kilogram. (Sumbernya) rumah makan tempong (Sri Dewi)," ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Luthfie, tabung LPG tersebut tidak meledak. Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat kebocoran gas dari saluran atau pipa.

ADVERTISEMENT

"Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya," tambahnya.

Luthfie kemudian memastikan, ketiga tabung LPG tersebut kini sudah kosong. Gas di dalam tabung disebut telah keluar seluruhnya sehingga kondisi di lokasi dinilai lebih aman.

"Ya, sudah dipastikan bahwa untuk saat ini ketiga LPG itu juga sudah kosong ya, artinya memang gasnya sudah keluar semua dan mudah-mudahan semuanya aman," katanya.

Tak hanya itu, Luthfie mengatakan, tim penjinak bom dari Tim Gegana Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, dipastikan ledakan bukan berasal dari bom.

"Dan untuk TKP, sudah kita lakukan olah TKP. Saat ini Jibom (penjinak bom) juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak. Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tersebut. Kemudian TKP sedang kita dalami dan sedang kita olah," bebernya.

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi juga memastikan tidak ditemukan unsur bahan peledak di lokasi. Dia menjelaskan ledakan tersebut lebih mengarah pada fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion).

"Sampai sekarang dari hasil penyelidikan dari kami, untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan. Tetapi lebih ke arah ini ledakan sebetulnya BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion). Jadi karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan sehingga setelah terpemicu itu akan meledak berakibat dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres. Mungkin itu saja dari kami," tambahnya.



(esw/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads