Warga Kudu Lamongan Gelar Tradisi Wiwitan Jelang Panen

Warga Kudu Lamongan Gelar Tradisi Wiwitan Jelang Panen

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 05 Okt 2026 17:30 WIB
Tradisi wiwitan jelang panen di Lamongan
Tradisi wiwitan jelang panen di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim
Lamongan -

Sejumlah petani di Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan bersiap menyambut musim panen padi. Sebelum mesin panen turun ke sawah, warga menggelar tradisi wiwitan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar panen tahun ini membawa hasil melimpah.

Tasyakuran wiwitan bersama itu digelar di sisi timur jalan Dusun Kudu, Senin (5/10/2026). Tradisi tersebut menjadi penanda dimulainya pemotongan padi sebelum seluruh tanaman dipanen.

Wiwitan kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya warga Dusun Kudu menggelarnya secara bersama-sama. Biasanya, warga melakukan wiwitan secara mandiri di rumah masing-masing dengan membuat tumpeng dan mengundang tetangga sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski digelar tanpa tenda di tengah teriknya matahari pagi, suasana tasyakuran berlangsung meriah. Kepala Desa Weduni Yasin turut hadir bersama sejumlah petugas pengairan Bengawan Jero.

ADVERTISEMENT

Rangkaian acara diawali sambutan Kadin Suprapto selaku wakil ketua panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan istigasah dan pembacaan tahlil yang dipimpin Ustaz Khunen.

Suasana semakin hangat ketika warga menikmati hidangan bersama berupa sate dan gulai kambing. Panitia sengaja menyembelih seekor kambing yang diperoleh dari sumbangan sejumlah donatur untuk memeriahkan wiwitan perdana tersebut. "Mudah-mudahan wiwit tahun depan semakin meriah. Kalau bisa tidak hanya potong kambing, tapi sapi," kata Hariyanto penuh semangat.

Bagi warga, wiwitan bukan sekadar tradisi menjelang panen. Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur setelah para petani melewati berbagai tantangan selama masa tanam.

Kadin Suprapto mengatakan, perjalanan hingga padi siap dipanen tidak mudah. Petani harus menghadapi ancaman penyakit tanaman sekaligus memastikan ketersediaan air untuk sawah tetap mencukupi.

Menurutnya, ketercukupan air menjadi salah satu faktor penting agar tanaman padi dapat tumbuh hingga masa panen. Jika pasokan air terganggu, petani berisiko mengalami gagal panen.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para petugas Bengawan Jero yang selama ini membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah Weduni, khususnya Dusun Kudu. "Alhamdulillah, karena prinsipnya semua petani harus bisa panen," ujar Kadin Suprapto yang juga menjabat Kaur Kesrah Pemdes Weduni.

Di sela tasyakuran, Kadin juga mengingatkan warga agar setelah panen segera melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurutnya, pembayaran PBB turut mendukung keberlangsungan pembangunan. "Tolong nanti setelah panen PBB untuk segera dilunasi untuk mendukung pembangunan," katanya.

Usai wiwitan bersama, warga dijadwalkan mengawali panen perdana pada Selasa (6/10). Panen pertama akan dimulai dari lahan milik H Zaeni.

Panitia berencana mendatangkan dua unit mesin kombi untuk membantu proses panen. Para petani pun berharap cuaca tetap bersahabat hingga seluruh tanaman selesai dipanen.

Mereka juga berharap hujan belum turun selama proses panen berlangsung. Sebab, selain mempermudah proses panen dan pengeringan, kondisi cuaca turut menentukan kualitas serta harga jual gabah.

Kini, setelah doa dan tasyakuran dipanjatkan, para petani Dusun Kudu tinggal menunggu hasil kerja keras mereka selama berbulan-bulan. Harapannya sederhana, yakni panen melimpah, gabah berkualitas, dan harga jual tetap tinggi.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads