8 Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Pancaroba, Kenali Gejalanya!

8 Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Pancaroba, Kenali Gejalanya!

Myesha Fatina - detikJatim
Sabtu, 03 Okt 2026 14:20 WIB
Ilustrasi penyakit pancaroba.
Ilustrasi penyakit pancaroba. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Tubuh gampang sakit saat pancaroba bukan sekadar kebetulan. "Peralihan antara musim kemarau dan musim hujan dapat disertai perubahan suhu, tekanan udara, serta kondisi lingkungan yang membuat tubuh lebih rentan terhadap sejumlah penyakit.

Musim pancaroba merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Di Indonesia, periode ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cukup cepat. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang penyakit.

Mengutip jurnal "Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Mengenai Pentingnya Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba" yang ditulis Ahmad Sumayadi dan
Deni Permana, perubahan cuaca yang drastis saat pancaroba dapat membuat seseorang lebih mudah sakit kepala, flu atau pilek, demam, hingga nyeri sendi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, menurut penelitian "Edukasi Body Health During Transition dan Pengecekan Kesehatan Gratis di Kota Palangka Raya" yang ditulis Rezqi Handayani dkk, perubahan suhu dan tekanan udara selama pancaroba dapat mempengaruhi imunitas tubuh. Ketika imunitas melemah, sejumlah penyakit lebih mudah menyerang.

Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Pancaroba

Peralihan musim atau pancaroba dapat mempengaruhi daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko munculnya sejumlah penyakit. Berikut penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai saat memasuki musim pancaroba.

ADVERTISEMENT

1. Flu, Batuk, dan Pilek

Flu, batuk, dan pilek termasuk penyakit yang dapat menyerang ketika terjadi perubahan musim. Kondisi cuaca yang berubah-ubah, ditambah daya tahan tubuh yang melemah, dapat membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Selain flu dan pilek, Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA juga perlu diwaspadai saat pancaroba. ISPA menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian karena muncul ketika terjadi perubahan cuaca dari musim kemarau menuju musim hujan.

Gejalanya meliputi batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, tubuh terasa lemas, pada kondisi tertentu dapat muncul sesak napas.

ISPA umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri. Penularannya dapat terjadi melalui percikan dari saluran pernapasan maupun tangan yang terkontaminasi.

Selain infeksi, kualitas udara juga dapat memperburuk gangguan pernapasan. Debu yang lebih mudah terbawa angin pada kondisi tertentu dapat mengiritasi saluran pernapasan.

3. Demam Berdarah

DBD juga perlu diwaspadai saat pancaroba. Perubahan musim, terutama ketika mulai banyak terdapat genangan air, dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti. Gejala DBD meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah, serta ruam pada kulit.

Salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan adalah bertambahnya tempat perkembangbiakan nyamuk. Karena itu, masyarakat dianjurkan menguras dan menutup tempat penampungan air serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

4. Diare

Diare merupakan penyakit lain yang perlu diperhatikan ketika memasuki musim pancaroba. Gejalanya meliputi lebih sering buang air besar, feses berbentuk cair atau lembek, mual, muntah, kram atau sakit perut.

Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan maupun minuman yang terkontaminasi. Kebersihan tangan dan lingkungan juga berpengaruh terhadap risiko terjadinya diare.

5. Tifus

Tifus atau demam tifoid juga perlu diwaspadai, terutama ketika kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan kurang terjaga. Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi yang dapat menular melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.

Gejalanya meliputi demam lebih dari satu minggu, sakit kepala, tubuh terasa lelah, nyeri otot dan sendi, perut kembung atau sakit, diare atau sulit buang air besar, mual dan muntah, nafsu makan menurun. Kondisi sanitasi buruk, air tidak bersih, serta makanan tidak higienis dapat meningkatkan risiko penularan tifus.

6. Malaria

Penyakit ini perlu diperhatikan di wilayah yang menjadi daerah endemis malaria. Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Gejala penyakit malaria antara lain, demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, tubuh terasa lelah, mual dan muntah, nyeri otot, pada beberapa kasus dapat disertai diare. Gejala malaria dapat muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah seseorang terinfeksi, tergantung jenis parasit yang menginfeksi.

7. Alergi

Selain penyakit infeksi, musim pancaroba juga dapat memicu atau memperburuk keluhan alergi. Peningkatan serbuk sari dan debu di udara dapat memicu gejala alergi dan memperberat keluhan seperti flu.

Gejalanya dapat berupa bersin-bersin, hidung gatal, berair, atau tersumbat, mata merah, gatal, dan berair, kulit memerah dan gatal, batuk, serta sesak napas. Alergen yang dapat memicu reaksi alergi antara lain debu, tungau, bulu hewan, dan serbuk sari.

8. Leptospirosis

Leptospirosis juga perlu diperhatikan terutama ketika pancaroba disertai hujan deras dan banjir. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus, kemudian mencemari air atau tanah.

Risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang bersentuhan dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi, terutama jika terdapat luka pada kulit. Gejalanya demam, sakit kepala, nyeri otot terutama betis, mual dan muntah, diare, mata merah, sakit perut, lemas, pada kondisi tertentu muncul kulit atau mata menguning.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads