Demo sopir truk di Jalan Jagir Wonokromo masih bertahan menunggu ditemui pihak Pertamina hingga sore ini. Sementara puluhan truk masih terparkir dan berimbas pada arus lalu lintas.
Salah satu yang paling terdampak adalah kawasan Pasar Wonokromo. Sejumlah pedagang mengaku khawatiran akan ketidakjelasan keputusan dari Pertamina terhadap pendemo.
Salah satu pedagang buah Pasar Wonokromo, Ali mengaku resah dengan demo tersebut. Sebab adanya blokade jalan Jagir Wonokromo membuat buah dagangannya akan membusuk jika tidak segera didistribusikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini selesainya kapan ya? Saya khawatir kalau sampai berlanjut terus. Kalau semangka masih aman, nah melon ini bisa kematangan dan busuk," kata Ali kepada detikJatim, Kamis (1/10/2026).
Ali pedagang buah di Pasar Wonokromo meminta Pertamina temui sopir truk agar aktivitas berjalan normal lagi (Foto: Syihab Wafi/detikJatim) |
Karena hal ini, Ali berharap pihak Pertamina agar segera menemui dan memberikan kepastian kepada pendemo. Sebab dengan begitu arus lalu lintas bisa kembali terbuka dan mendistribusikan dagangannya.
Pedagang lain, Nia juga mengaku terimbas dengan adanya demo sopir truk. Sebab hingga sehari ini ia hanya mendapatkan 1 pembeli pada Kamis (1/10/2026). Ia menyebut pembeli langganannya banyak yang tidak datang karena akses masuk pasar dengan becak motor dan mobil terblokade.
"Langganan masih belum ke sini dari semalam. Hari ini saya baru ada pembeli satu, biasanya siang sudah ada 4 orang," tutur Nia.

