Viral di media sosial keluhan pelanggan Perumda Surya Sembada Surabaya air keruh disertai cacing. Perusahaan menjelaskan bahwa fenomena itu terjadi akibat sejumlah faktor, termasuk dampak pipa PDAM kena garuk proyek gorong-gorong.
Unggahan viral ini bermula dari akun Threads @melina_vic yang diunggah ulang oleh akun mediagram @sekitarsurabaya.id. Dalam kiriman itu disebutkan bahwa air keruh terjadi di sejumlah wilayah Surabaya, khususnya Dharmawangsa.
"Warga surabaya mengeluhkan kualitas air PDAM yang kotor akhir-akhir ini. Ada yang sama ta rek?" demikian takarir kiriman foto yang diunggah akun Instagram @sekitarsurabaya.id dilihat detikJatim, Kamis (1/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merespon hal itu, Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, Louis Andilun Gatu buka suara. Pihaknya menyebut telah menangani sejumlah air di wilayah Surabaya, khususnya di kawasan Dharmawangsa.
"Kami kemarin sudah menuju lokasi. Sisa klor itu masih sesuai dengan aturan dalam Permenkes, yakni kadarnya 0,2. Jadi memang masih diizinkan," kata Louis kepada detikJatim, Rabu (30/9).
Pihaknya menilai kondisi air dinyatakan tidak bermasalah dengan kadar klorin seperti itu. Sementara, perihal keluhan warna yang keruh, Louis menjelaskan bahwa kemungkinan hal itu terjadi karena adanya kontaminasi dari luar.
"Beberapa hari terakhir ada pekerjaan di situ, termasuk yang di Jalan samping samping RS Husada Utama. Sempat kena garuk dua kali. Dari asumsi itu kami masih lakukan pencarian dan memang ada endapan di situ," jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan itu pihaknya masih akan terus melakukan flushing. Dia pun mengimbau agar masyarakat pelanggan PDAM menyampaikan keluhan air keruh bukan ke media sosial melainkan ke kanal aduan Perumda Surya Sembada.
"Makanya di sini kami mengharapkan kepedulian warga ketika air keruh mohon segera melapor, seperti itu," ujarnya.
Mengenai keberadaan cacing yang muncul di air PDAM, Supervisor Humas dan Sosial Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, Riyan Wahyu memberikan tanggapan. Pihaknya mengatakan dipastikan tidak ditemukan keberadaan cacing saat meninjau lokasi. Ryan menduga cacing itu berasal dari endapan.
"Kemarin sore kesana nggak ada (cacing), sudah beberapa waktu yg lalu. Bisa jadi banyak endapan, kami juga belum tahu, bisa jadi dampak air kotor itu banyak endapan. Penanganan dari flushing. Rencana mau diambil lagi," jelas Ryan.
