Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya mengevaluasi air keruh dan berbusa yang dikeluhkan pada Minggu (6/9) lalu. PDAM kini meminta akses sistem peringatan dini (early warning) milik Perum Jasa Tirta (PJT) I untuk memperkuat antisipasi pencemaran air baku.
Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya, Tias Alvin Papatria mengatakan, akses tersebut dinilai sangat krusial. Tujuannya agar pihaknya bisa mengantisipasi kondisi darurat lebih awal sebelum berdampak pada kualitas pasokan air.
"Saya minta kepada Dirutnya (PJT I) untuk kita punya akses ke early warning tersebut. Sehingga kita sudah antisipasi lebih dulu, dan kita sepakat bahwa PDAM Surabaya akan mendapatkan akses ke early warning tadi," kata Tias, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tias menjelaskan, kemunculan busa dalam jumlah besar sebelumnya terdeteksi di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang. Setelah penelusuran di lapangan, busa berasal dari air baku yang masuk dan diduga kuat terindikasi pencemaran Sungai Surabaya.
"Dari teman-teman di lapangan dugaannya adalah adanya kebakaran pabrik detergen. Yang terbakar itu katanya itu adalah bahan bakunya, sehingga itu menjadi pencemaran di Sungai Surabaya," jelasnya.
Guna mengatasi hal tersebut, PAM Surya Sembada langsung berkoordinasi dengan PJT I untuk melakukan penggelontoran air guna mengencerkan konsentrasi polutan. Penanganan kimia juga dilakukan di lokasi IPAM untuk mengendalikan busa.
"Alhamdulillah segera pulih, sehingga IPAM kami sudah bisa bekerja normal, dengan optimal, sehingga air yang dihasilkan kembali seperti semula," ujarnya.
Selain mengamankan akses sistem peringatan dini, PAM Surya Sembada berencana menambah fasilitas screening pada sumur intake. Langkah ini diambil untuk menyaring material pencemar sebelum masuk ke proses pengolahan.
"Kami coba nanti akan membuat diskusi lagi dengan PJT I untuk membuat semacam screening di air intake kami," ucapnya.
Tias memastikan pemantauan kualitas air terus dilakukan secara ketat, mulai dari tingkat kekeruhan hingga parameter kesehatan lainnya. Ia menjamin air yang mengalir ke rumah-rumah warga aman untuk dikonsumsi.
"Yang ke rumah pelanggan itu menjadi prioritas kami. Kami memastikan bahwa air yang mengalir sampai ke rumah pelanggan aman untuk dikonsumsi," pungkasnya.
