Demo sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Supir Jawa Timur (GSJT) di depan Kantor Pertamina MOR V Jawa Timur, di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya masih berlanjut. Para sopir truk yang menginap di sepanjang Jalan Jagir depan Kantor Pertamina kembali melakukan operasi menyuarakan sejumlah tuntutan mereka.
Pantauan detikJatim di sekitar lokasi demo, tepatnya di persimpangan Jalan Jagir Wonokromo dengan Ngagel, pada Kamis (1/9/2026) terpantau ramai lancar. Truk-truk masih berdatangan merapat mengikuti demo.
Sopir-sopir truk itu berdatangan melintasi jalanan depan Pasar Wonokromo seberang Stasiun Wonokromo menuju ke Jalan Jagir Wonokromo. Jalanan itu hanya bisa diakses khusus oleh truk pendemo, petugas menghalihkan kendaraan pribadi maupun kendaraan barang lain yang tidak terlibat demo yang hendak melintasi jalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 09.45 WIB Terdengar dari perempatan Jagir bahwa massa mulai diakomodir oleh koordinator untuk segera merapat ke mobil komando GSJT yang berada di depan Kantor Pertamina MOR V Jatim. Koordinator mengumumkan itu melalui pengeras suara.
Tampak cukup banyak sepeda motor yang masih berupaya nekat menerobos jalan dari arah barat ke timur untuk melewati blokade truk massa aksi. Tidak sedikit juga yang masih berhenti di perempatan Jagir untuk bertanya jalan kepada petugas yang sedang berjaga.
Situasi terkini di Jalan Jagir Surabaya di tengah situasi demo sopir truk. (Foto: Syihab Wafi/detikJatim) |
Sebelumnya, saat memberikan pernyataan pada Rabu (30/9), Koordinator GSJT Supriyono mengatakan pihaknya akan terus menunggu kehadiran kepala Pertamina. Mewakili sopir truk pendemo, dia mengaku merasa selalu dibohongi meski GSJT sudah 3 kali melakukan aksi demo.
"Ini tidak sekali dua kali, hari ini kami ketiga kalinya ke sini dengan kasus yang sama. Mediasi selalu diberikan, tetapi hanya dengan manajemen ritel saja, pasti dia tidak punya kewenangan untuk memutuskan," kata Supriyono, Rabu (30/9/2026).
"Tadi sudah diminta untuk mediasi, untuk kali ini bukan menolak, tetapi kami sudah pernah seperti itu, nanti dilempar lagi dengan bahasa nanti saya koordinasikan kembali," ujarnya.
Supri menyatakan terkait tuduhan yang dilakukan oleh Pertamina kepada para sopir terkait barcode yang berimbas pada pemblokiran sepihak. Ia menyatakan sejak awal regulasi barcode diberlakukan untuk menjaga subsidi tersalurkan tepat sasaran, tetapi saat ini realita di lapangan sopir yang tidak curang terkena imbasnya.
"Sistem barcode versi Pertamina adalah menjaga agar subsidi ini tepat sasaran, serta menjaga agar kawan-kawan itu tidak ada yang melakukan kegiatan yang berkaitan mafia migas. Tetapi ketika ada satu sistem yang dimana malah merugikan, mereka bilang tidak bisa apa-apa, itu dari sana," jelasnya.
Dia menegaskan bahwa para sopir berharap bertemu dengan Direktur Pertamina. Keputusan direktur menurutnya menyangkut nasib dari para sopir. Ia dan para peserta aksi siap menunggu meski harus bermalam.

