Anggaran pendidikan di Kota Surabaya tahun 2027 naik 22 persen. Pendidikan menjadi salah satu prioritas yang masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, untuk wujud komitmen terhadap peningkatan SDM, Pemkot mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 22 persen pada RAPBD 2027. Angka ini meningkat dibanding alokasi tahun 2026 yang tercatat sebesar 20 persen.
Baca juga: 58 ASN Surabaya Disanksi Akibat Pungli-Bolos |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sektor kesehatan, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran hampir mencapai 20 persen. Menurut Eri, porsi anggaran yang besar pada kedua sektor mendasar ini saling terintegrasi dengan penanganan masalah stunting, gizi buruk, serta pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.
"Fokus prioritas kita tetap sama, penanganan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, Rutilahu dan pengurangan angka pengangguran terbuka. Kalau kemiskinan berkurang, otomatis pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya akan naik," kata Eri, Rabu (30/9/2026).
Soal akurasi data kemiskinan dan penentuan penerima bantuan, Eri menegaskan, pembenahan data desil terus berjalan dengan melibatkan partisipasi warga secara langsung di tingkat bawah. Pemkot ingin menghindari ketidaktepatan sasaran bantuan yang selama ini sering memicu polemik.
"Perbaikan desil terus berjalan dan kita bergerak bersama masyarakat. Masyarakat ikut menentukan yang menjadi prioritas di lingkungannya. Misalnya ada yang punya motor empat tapi masuk desil 1-2, atau ada lansia berdesil tinggi padahal butuh bantuan. Kalau masyarakat yang menentukan sendiri dan dituangkan dalam berita acara, datanya akan jauh lebih adil dan tepat sasaran," pungkasnya.
Diketahui, Pemkot Surabaya telah menyampaikan RAPBD 2027 yang diproyeksikan mencapai Rp 12,8 triliun kepada DPRD Kota Surabaya pada Senin (28/9/2026).
