Exit Tol Waru Sempat Diblokir Massa Demo Sopir Truk Towing

Exit Tol Waru Sempat Diblokir Massa Demo Sopir Truk Towing

Suparno - detikJatim
Rabu, 30 Sep 2026 12:03 WIB
Sopir truk blokir akses Exit Tol Waru
Sopir truk blokir akses Exit Tol Waru/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Waru, Sidoarjo, Rabu (30/9/2026). Sekitar 250 armada, mulai dari truk towing hingga fuso dikerahkan dalam aksi tersebut.

Dalam aksinya, massa sempat memblokir akses keluar tol atau exit tol arah Bundaran Waru selama sekitar 15 menit. Akibat penutupan tersebut, belasan kendaraan yang hendak melintas sempat tertahan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Setelah sekitar 15 menit, massa membuka kembali akses jalan secara mandiri. Kendaraan yang sebelumnya tertahan kemudian dapat kembali melanjutkan perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa selanjutnya bergerak menuju sejumlah kantor instansi di Surabaya untuk menyampaikan tuntutan. Pergerakan ratusan kendaraan peserta aksi tersebut turut berdampak terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

ADVERTISEMENT

Pantauan detikJatim di lokasi, arus lalu lintas di Jalan Raya Taman hingga kawasan Bundaran Waru mengalami kemacetan. Kepadatan terjadi akibat banyaknya kendaraan peserta aksi yang melintas dan terparkir di sekitar lokasi.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan yang dihadapi para sopir truk. Salah satu tuntutan utama yakni meminta penghapusan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi.

Selain itu, para sopir menagih sejumlah janji pemerintah serta meminta perhatian terhadap persoalan penyesuaian dimensi kendaraan GSJT.

Berikut tuntutan yang disuarakan massa:

1. Penghapusan barcode BBM bersubsidi.
2. Menagih janji Pemprov Jatim terkait pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan GSJT.
3. Penyesuaian dimensi terhadap 100 kendaraan GSJT.
4. Penertiban kendaraan yang mengangkut muatan berlebih.
5. Menagih janji Jasa Marga terkait pembiayaan penyesuaian dimensi kendaraan.
6. Meminta pertanggungjawaban terkait kemacetan yang terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang.
7. Beasiswa bagi anak korban kecelakaan kapal.
8. Revisi PMK Nomor 16/PMK.010/2017 terkait besaran santunan korban kecelakaan.

Massa aksi menyasar sejumlah instansi untuk menyampaikan tuntutan tersebut. Beberapa di antaranya yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Pertamina MOR V/Jatimbalinus, kantor Jasa Raharja, serta Kantor Gubernur Jawa Timur.

Dalam aksi tersebut, massa juga membawa sejumlah seruan. Di antaranya, "Diam Tertindas atau Bangkit Melawan" dan "Maju, Lawan, Menang."



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads