Hari Pertama Tilang Manual di Surabaya Ratusan Motor Diangkut

Hari Pertama Tilang Manual di Surabaya Ratusan Motor Diangkut

Andina Winanda - detikJatim
Rabu, 30 Sep 2026 11:00 WIB
Ratusan motor terindikasi diduga dipakai balap liar diangkut polisi Surabaya
Ratusan motor terindikasi diduga dipakai balap liar diangkut polisi Surabaya (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Polrestabes Surabaya kembali kembali menghidupkan tilang manual. Pada hari pertama diberlakukan (28/9), polisi 'panen' motor yang digunakan untuk balap liar.

Melalui akun Instagram resmi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan di @luthfie.daily, kepolisian terus melakukan razia dan penertiban di berbagai titik wilayah Kota Surabaya.

Hasil operasi dan penertiban balap liar selama sepekan mencatatkan akumulasi kendaraan sitaan yang fantastis. Secara keseluruhan, kepolisian berhasil mengamankan sekitar 210 unit motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penertiban dilakukan setelah petugas menyidak kerumunan pemuda yang terindikasi melakukan aksi balap liar di jalanan Kota Surabaya. Dari beberapa lokasi penggerebekan, tampak ratusan motor langsung diangkut dan dibawa ke kantor kepolisian.

ADVERTISEMENT

Mayoritas kendaraan yang disita melanggar spesifikasi teknis balap liar dan aturan lalu lintas. Selain menggunakan knalpot brong, banyak motor yang sengaja melepas plat nomor kendaraan mereka.

Saat melakukan razia di lapangan, Luthfie sempat berinteraksi langsung dan menanyakan alasan para pengendara melepas plat nomor. Di antara mereka sempat berdalih pelat nomornya jatuh.

Namu Luthfie menegaskan tindakan tersebut merupakan modus sengaja untuk menghindari rekaman kamera ETLE (E-Tilang). Pengendara tersebut langsung dikenakan tilang manual.

Selain itu, seluruh motor yang tidak dilengkapi dokumen (STNK) saat penertiban akan diperiksa nomor rangka dan mesinnya untuk mengantisipasi indikasi curanmor. Apabila terbukti barang curian, motor akan dikembalikan kepada pemilik sah secara gratis.

Di samping tindakan tegas di lapangan, kepolisian berencana merangkul para pelaku balap liar dengan menyediakan wadah resmi. Polrestabes Surabaya merencanakan gelaran event Fun Drag Race di tengah kota pada malam hari agar aksi balap dapat tersalurkan secara aman dan legal.

"Kami tidak melarang hobinya, tapi tolong hormati ketertiban umum. Saat ini kami sedang merencanakan wadah resmi berupa event Fun Drag Race di tengah kota agar bakat teman-teman bisa tersalurkan secara aman dan legal. Sembari menunggu, simpan dulu motor balapnya. Main di jalan raya? Siap-siap kami kandangkan 3 bulan," tandas Luthfie.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads