Sebanyak 11 orang dari berbagai unsur pendidikan dan masyarakat resmi bergabung dalam Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik periode 2026-2031. Mereka diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan masukan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan tantangan pendidikan ke depan semakin beragam. Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Dewan Pendidikan ini menjadi bagian penting dalam upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. Kita ingin guru-guru semakin berkualitas, begitu juga dengan anak-anak kita," kata Yani, Selasa (29/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yani, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Ia berharap anak-anak Gresik memiliki kemampuan matematika dan bahasa asing yang baik tanpa kehilangan nilai-nilai budaya lokal.
"Gresik ini kota santri. Karena itu harus kokoh spiritualnya, tetapi juga tetap jago matematika, jago bahasa. Ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah kita bersama," ujarnya.
Yani berharap Dewan Pendidikan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan dalam membahas berbagai persoalan pendidikan. Keberagaman latar belakang anggota dinilai dapat memperkaya sudut pandang dalam mencari solusi.
"Ini PR Dewan Pendidikan yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, DPRD dan berbagai pihak. Kita perlu duduk bersama untuk melihat apa yang paling dibutuhkan pendidikan Gresik," katanya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah memastikan setiap anak tetap mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Pemkab Gresik telah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui program Jaketku (Kejar Paketku) untuk menjangkau anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi, Pemkab Gresik juga berupaya mempertahankan sejumlah program prioritas pendidikan. Yani mengatakan dukungan terhadap BOSDA dan insentif guru, mulai dari PAUD hingga TK, masih diupayakan tetap terjaga hingga 2027.
"Di tengah efisiensi TKD, kita harus menentukan mana yang benar-benar super prioritas. Belanja yang bisa dikurangi kita kurangi, sehingga anggaran tetap bisa diarahkan ke hal-hal yang menjadi prioritas, termasuk pendidikan," jelasnya.
Menurut Yani, peningkatan kualitas pendidikan juga harus berjalan beriringan dengan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah. Jika kebutuhan sekolah negeri dapat ditopang melalui APBD, pemerintah bersama Dewan Pendidikan perlu mendiskusikan bentuk dukungan yang tepat bagi sekolah swasta.
Termasuk dalam hal ini pengelolaan hibah pendidikan. Yani menekankan pentingnya dukungan anggaran yang terukur dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik periode 2026-2031, Drs H Sururi MM, mengatakan pihaknya siap menjalankan amanah tersebut dengan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
"Keberagaman ini menjadi modal bagi kami untuk menampung aspirasi dan mencari solusi pendidikan," kata Sururi.
Sebanyak 11 anggota Dewan Pendidikan Gresik berasal dari berbagai unsur. Di antaranya organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, PGRI, pengawas sekolah, dunia usaha dan dunia industri, serta tokoh perempuan.
Sururi menyebut keberagaman tersebut menjadi kekuatan Dewan Pendidikan dalam menjalankan fungsi kemitraan dengan Pemkab Gresik dan Dinas Pendidikan.
Ia juga mendorong komunikasi mengenai persoalan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui forum formal. Menurutnya, ruang dialog yang lebih cair dapat membuka peluang munculnya gagasan-gagasan baru.
"Tidak harus selalu dalam forum formal. Kami membuka ruang untuk berdiskusi bersama. Mudah-mudahan dari komunikasi seperti itu muncul gagasan untuk kemajuan pendidikan Gresik," ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai salah satu isu strategis. Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak yang perlu direspons melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Penguatan karakter, menurutnya, perlu berjalan bersama dengan peningkatan kompetensi siswa. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga tempat anak membangun kemampuan sosial, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Adapun susunan Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik periode 2026-2031 yakni Drs H Sururi MM sebagai ketua, Drs H Saiful Kirom MM sebagai sekretaris, dan Dr A Syifaul Qulub SAg MEI sebagai bendahara.
Kemudian anggota terdiri dari H Mabrur Ajmain SAg MM, Dr Noor Amiruddin MPdI, Drs Sutrisno MPd, Dra Sujiati MM, Drs H Fauzi MPd, Drs H Nur Cholis, Dra Suhartini MPd, serta Dr M Arfan Muammar MPdI.
