Ini Alasan Mahasiswa Masih Akan Segel Gedung Rektorat UINSA

Ini Alasan Mahasiswa Masih Akan Segel Gedung Rektorat UINSA

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 27 Sep 2026 18:20 WIB
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana.
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berencana membuka segel 2 area kampus pada Senin (28/9/2026). Meski demikian, aksi penyegelan tidak sepenuhnya dihentikan. Mulai besok penyegelan difokuskan ke Gedung Rektorat UINSA di Jalan Ahmad Yani.

Pengalihan fokus penyegelan dari Kampus 1 di Jalan Ahmad Yani dan Kampus 2 di Jalan Gunung Anyar ke Gedung Rektorat ini memiliki tujuan utama untuk mendesak serta memberi tekanan kepada Senat Universitas dan Kementerian Agama (Kemenag) agar segera menetapkan rektor definitif.

Wakil Presiden DEMA UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana alias Ale menegaskan bahwa pemblokiran total terhadap akses Gedung Rektorat dilakukan sebagai bentuk pengawalan mahasiswa hingga penetapan pimpinan baru rampung dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, blokade rektorat ini untuk tetap mengawal. Ini kami akan tutup semua akses," ujar Ale saat ditemui wartawan di Kampus 1 UINSA, Minggu (27/9/2026).

Ale menjelaskan bahwa sebelumnya mahasiswa masih memberikan kelonggaran akses terbatas di gedung rektorat. Namun, seiring dengan dinamika kampus yang terjadi, mahasiswa memilih untuk mengisolasi penuh gedung rektorat guna memperkuat posisi tawar aksi mereka.

ADVERTISEMENT

"Kemarin kan yang kita tutup hanya sebagian akses karena masih harus ada tanggung jawab yang harus diselesaikan. Tapi sekarang kami akan fokus ke gedung rektorat ini sehingga itu menjadi titik untuk pressure bagi Senat dan Kemenag segera menentukan rektor definitif," tegasnya.

Di sisi lain, pembukaan segel di fasilitas kampus lainnya dilakukan demi mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas akademis, khususnya praktikum di Fakultas Kedokteran, Teknik, dan Psikologi yang membutuhkan pengawasan harian terhadap bahan-bahan kimia di laboratorium.

"Kami akan membuka segel itu besok, mungkin mulai pagi sudah kami buka dan akan dialihkan ke Gedung Rektorat. Dua kampus sekaligus," lanjut Ale.

Aksi penyegelan yang digalang DEMA UINSA sendiri telah berlangsung tepat sepekan sejak Senin (21/9/2026). Meski sempat memblokir akses utama di dua lokasi kampus, mahasiswa memastikan kegiatan perkuliahan serta akses bagi tenaga pendidik tetap berjalan melalui pintu masuk alternatif.

Melalui pengalihan aksi ini, seluruh aktivitas akademis dan praktikum mahasiswa kembali berjalan normal, sementara penutupan total Gedung Rektorat akan terus berlanjut hingga tuntutan penetapan rektor definitif dipenuhi oleh pihak berwenang.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads