Pemkab Trenggalek sukses menggelar Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30. Selama 6 hari berturut-turut puluhan grup kesenian jaranan saling beradu kreasi di ajang tersebut.
Puncak festival yang digelar di Alun-alun Trenggalek dihelat pada Sabtu (27/9/2026) dengan menampilkan maestro jaranan pegon Trenggalek serta sendratari Garudheya. Panitia juga mengumumkan para penampil terbaik di masing-masing kategori yang dilombakan.
Ketua Dewan Juri FJTT Trenggalek, Sukatno mengatakan perkembangan festival yang digelar selama 30 tahun menunjukkan tren yang positif. Kini peserta semakin variatif dan memiliki kreativitas yang mumpuni. Terlebih animo peserta dari luar kota juga semakin meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum sudah sangat kompetitif, peserta dari luar kota sudah separuh lebih," kata Sukatno, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya dari sisi kualitas juga mengalami perkembangan cukup signifikan. Masing-masing grup telah berupaya keras untuk melakukan penataan tari dan musik yang apik, sehingga mampu memberikan penampilan terbaik.
Meski demikian pihaknya mengakui ada berapa catatan yang harus ditindaklanjuti, antara lain keperawatan untuk kategori Jaranan Turonggo Yakso harus lebih ditingkatkan, sehingga peminatnya semakin banyak.
"Bagaimanapun caranya harus ditingkatkan. Kalau untuk non Turonggo Yakso sudah sangat kompetitif. Ada sebagian yang masih ngugemi tradisinya sehingga di even kompetitif seperti ini agak keteteran," jelasnya.
Dari puluhan penampilan yang disajikan selama lomba berlangsung, dewan juri memilih peserta yang memberikan penampilan terbaik. Kategori Jaranan Turonggo Yakso kategori Umum ada empat grup yang berhasil menyandang penampil terbaik, yaitu Ngesti Laras Budoyo SMAN 1 Karangan, Sanggar Tari Sekar Mayang Dongko, Turonggo Wono Setro SMPN 1 Trenggalek dan Balakuda Ngadiluwih, Kediri.
"Penata tari terbaik Turonggo Yakso, Gimnastiar Valen Nur Habib Sanggar Tari Sekar Mayang Dongko, penata musik terbaik Turonggo Yakso, Bagus Prayogo Wibowo, Oktavian Wahyu Romadoni dan Wisang Bayu Aji Satrio Ludiro grup Balakuda Ngadiluwih Kediri," imbuhnya.
Penari jarangan terbaik Turonggo Yakso diraih Balakuda Ngadiluwih, Kediri, sedangkan penari celengan terbaik diraih Sanggar Tari Sekar Mayang Dongko dan grup penari barongan terbaik disabet Sanggar Tari Sekar Mayang Dongko.
Sementara itu untuk penampil terbaik kategori jaranan non Turonggo Yakso, pemenangnya adalah Sanggar Seni Lestari Widodo, Wiryotomo Kauman, Tulungagung, Mayang Sari Budoyo Sumbergedong, Trenggalek, Guyubing Budoyo Blit's Art Community Blitar, Sanggar Seni Hadiningrat Sumbergedong, Trenggalek, Prana Kusuma Aji Ngantru, Tulungagung dan Sanggar Seni Bunda Raka Kinarya Bandung, Tulungagung.
"Penata tari terbaik Aditya Prisma Sugondo dan Hapsari Mustika Ningrum sanggar Tari Lestari Widodo Wiryotomo, penata musik terbaik Saifudin Zuhdi dari sanggar seni Lestari Widodo Wiryotomo," imbuhnya.
Grup penari jarangan terbaik, Sanggar Seni Bunda Raka Kinarya, Bandung, Tulungagung. Grup penari celengan terbaik, Sanggar Seni Lestari Widodo Wiryotomo. Grup penari barongan terbaik, Sanggar Seni Bunda Raka Kinarya Bandung, Tulungagung.
Tidak hanya itu, panitia juga turut mengumumkan pemenang Turonggo Yakso kategori bocah dan remaja.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI (Jawa Timur), Sri Sugiharta mengatakan, FJTT mendatang perlu dikembangkan dan memperluas jangkauan peserta hingga luar provinsi dan mancanegara. Terlebih komunitas kesenian jaranan telah menyebar di berbagai pelosok negeri hingga luar negeri.
"Budaya jaranan ini dikenal di berbagai komunitas di Indonesia maupun di beberapa negara di luar negeri," kata Sri.
Pihaknya juga menyambut baik masuknya FJTT dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Dengan suksesi ini sebagai buktie bahwa even kesenian jaranan telah diakui di tingkat nasional.
Kementerian Kebudayaan turut mendukung pelaksanaan FJTT, aalah satunya melalui pembiayaan. Pihaknya juga melihat ekosistem jaranan Trenggalek cukup berjalan, terbukti dari tingginya animo masyarakat.
"Kita lihat antusias dari masyarakat sangat ramai. Masyarakat tentu sangat mengapresiasi," jelasnya.
