Kondisi cuaca pada musim kemarau yang ekstrem dengan cuaca panas dan udara kotor bisa mengganggu kesehatan kulit. Karena itu penting untuk memperhatikan kesehatan kulit meski jarang beraktivitas di luar ruangan.
Salah satu cara menjaga kesehatan kulit bisa dengan mengenakan topi, kacamata, payung, maupun sunscreen atau tabir surya. Itu terutama saat kita sedang beraktivitas di luar ruangan.
Pertanyaannya, di cuaca seperti ini, apabila kita lebih sering beraktivitas di dalam ruangan, perlu kah tetap menggunakan sunscreen?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi RS Al-Irsyad Surabaya, dr. Shinta Dewi Rahmadhani Soetojo, SpDV, menyatakan penggunaan sunscreen tetap diperlukan meski berada di dalam ruangan.
"Sangat dianjurkan untuk menggunakan sunscreen di dalam ruangan, karena sinar UVA itu bisa masuk melewati jendela atau bisa dipantulkan melalui kaca-kaca itu," ujar dr. Shinta saat dihubungi, Rabu (23/9).
dr. Shinta juga mengatakan bahaya paparan sinar matahari, khususnya sinar UVA, dapat memengaruhi proses penuaan kulit. Dalam jangka panjang, paparan UVA juga bisa menyebabkan kanker kulit.
Penggunaan sunscreen juga perlu memperhatikan pemilihan SPF. Semakin tinggi SPF, semakin baik perlindungannya terhadap paparan sinar matahari. Selain SPF, perlu memilih sunscreen dengan PA minimal plus 4.
"Dan kalau misalnya menggunakan sunscreen itu, pemilihannya adalah cari yang ada SPF-nya minimal 30 dan broad spectrum, lalu UVA-nya itu cari PA plus-nya minimal 3 atau 4," lanjutnya.
Penggunaan sunscreen perlu dilakukan secara berulang apabila sering beraktivitas di luar ruangan. Hal ini dilakukan agar perlindungan terhadap kulit lebih maksimal. Sunscreen dapat digunakan kembali setiap tiga jam sekali.
"Lalu apalagi kalau misalnya kita sering berenang atau berkeringat itu sunscreen harus diulang lagi," tambah dr. Shinta.
Selain menggunakan sunscreen, menjaga kesehatan kulit juga perlu dilakukan dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin dan mineral.
"Kalau untuk buah-buahan lebih direkomendasikan buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti semangka, jeruk buat menambah hidrasi," ujar dr. Shanti.
Namun, dr. Shanti juga menjelaskan kondisi kulit sebenarnya tidak serta-merta ditentukan oleh vitamin dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Makanan dan minuman tersebut tidak memberikan efek langsung pada kulit karena membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Apabila ingin kulitnya bagus terus lembab sebaiknya memang harus hidrasi kulit sendiri. Jadi setelah cuci muka itu dikeringkan, ditap-tap, terus pakai pelembab, setelah pakai pelembab itu baru menggunakan sunscreen, itu ngebantu banget dan pelembab yang dipilih itu harus disesuaikan sama jenis kulit," jelas dr. Shinta.
