Kapal Jumbo Rp 63,5 M Resmi Meluncur di Ketapang-Gilimanuk

Kapal Jumbo Rp 63,5 M Resmi Meluncur di Ketapang-Gilimanuk

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 25 Sep 2026 15:30 WIB
Peluncuran perdana kapal senilai Rp. 63,5 Milliar di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Peluncuran perdana kapal senilai Rp. 63,5 Milliar di lintasan Ketapang-Gilimanuk/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Banyuwangi -

Jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk mendapat tambahan armada baru. Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisila Bhakti 3 dengan kapasitas 2.400 Gross Tonnage (GRT) mulai dioperasikan untuk membantu memperlancar arus kendaraan sekaligus mengurai antrean di lintasan Jawa-Bali tersebut.

Kapal yang didatangkan dari China oleh PT Trisila Laut, unit usaha di bawah Yayasan Bumyamca milik TNI AL itu memiliki nilai pengadaan Rp 63,5 miliar.

Direktur Utama PT Trisila Laut Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setiawarsono mengatakan, pengadaan kapal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan rencana regulasi standar kapal penyeberangan sekaligus menjawab kebutuhan di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapal kami sebelumnya berukuran 400 ton dan 600 ton. Dengan adanya rencana regulasi baru yang mengharuskan kapal penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk di atas 1.500 ton, kami langsung melakukan pengadaan kapal baru berkapasitas 2.400 GRT ini dari China," ujar Retarto di Banyuwangi, Jumat (25/9/2026).

ADVERTISEMENT

Kapal berstatus brand new atau baru tersebut menempuh perjalanan laut selama 10 hari dari China dan tiba di Indonesia pada 3 Mei 2026. Trisila Bhakti 3 merupakan sister ship dari KMP Trisila Bhakti 1 dan Trisila Bhakti 2 yang telah lebih dulu beroperasi.

Retarto mengatakan, penambahan kapal berukuran besar diharapkan dapat membantu mengurai antrean kendaraan, terutama saat musim liburan atau peak season dan ketika terjadi kendala teknis dalam layanan penyeberangan.

"Pengadaan kapal besar ini salah satunya untuk menyiasati kemacetan di Ketapang. Pada saat peak season, apalagi saat ada perbaikan dermaga dan kegiatan protokoler Presiden, sempat terjadi kemacetan luar biasa. Dari pihak ASDP maupun KSOP menghendaki adanya kapal-kapal yang lebih besar untuk membantu mengurai kemacetan," jelas Retarto.

KMP Trisila Bhakti 3 disebut mampu mengangkut hingga 65 kendaraan kecil. Namun, untuk kendaraan besar, pengoperasiannya masih dibatasi secara bertahap karena kapal tersebut baru mulai beroperasi.

"Berhubung ini kapal baru, untuk kendaraan besar seperti truk tronton sementara kami batasi 5 unit, bus 3 unit, dan selebihnya kendaraan sedang. Ke depan, kami berencana menambah lagi kapal tipe sejenis dengan kapasitas di atas 2.400 GRT," tambahnya.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Media Syahrianto Heriawan menyambut penambahan armada tersebut. Menurutnya, kapal berukuran besar dibutuhkan untuk membantu kelancaran arus penyeberangan Jawa-Bali.

"Ini sangat positif, kapal baru yang masuk tentu membantu kelancaran arus antrean. Kapal-kapal di atas 1.500 hingga 2.000 GRT memang yang sangat kita butuhkan, sehingga proses bongkar muat kendaraan bisa lebih cepat," jelas Syahrianto.

Syahrianto menambahkan, ASDP bersama Kementerian Perhubungan serta asosiasi penyeberangan, yakni Gapasdap dan INFA, terus mematangkan pola operasi armada dan meningkatkan fasilitas dermaga secara bertahap.

"Secara bertahap tiap tahun, dermaga akan ditingkatkan daya tampungnya hingga 50 ton agar bisa mengakomodasi kapal-kapal di atas 2.000 GRT. Dengan begitu, saat kondisi abnormal atau situasi macet ekstrem, kendaraan-kendaraan besar bisa dialihkan dan ditampung dengan cepat," tutup Syahrianto.

Dengan tambahan satu kapal tersebut, total kapal yang dapat dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi 57 kapal. Dari jumlah itu, sekitar 28 hingga 30 kapal dioperasikan setiap hari.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads