Di musim kemarau ini, kelembaban kulit bakal lebih kering dari biasanya. Kondisi ini sering terjadi di musim kemarau karena udara cenderung lebih panas, kering, dan berdebu. Paparan sinar matahari yang lebih intens, serta berkurangnya kelembaban lingkungan berisiko membuat kulit menjadi kering, kusam, mudah iritasi.
Cuaca panas seperti saat ini pastinya tubuh banyak mengeluarkan keringat untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Dokter Spesialis kulit dan kelamin, dr Linda Astari mengatakan, selain paparan sinar matahari, penggunaan AC juga membuat kulit menjadi kering.
"Penggunaan AC karena cuaca yang panas di luar biasanya kalau di dalam ruangan itu menggunakan AC atau kipas, ini dapat meningkatkan penguapan air dari permukaan kulit. Akibatnya, kadar air di lapisan kulit kita itu juga akan berkurang, istilahnya kalau di bahasa medis itu Transepidermal Water Loss nya itu akan meningkat," terang Linda saat dihubungi, Jumat (25/9/2026).
Ia menambahkan, jika kondisi ini terus menerus terjadi dalam waktu yang cukup lama, skin barrier kulit akan terganggu dan kehilangan kelembabannya. Hal tersebut dapat membuat kulit terasa kering dan kasar.
Kulit yang kering dan kasar menimbulkan gatal dan kulit menjadi pecah-pecah. Dokter Linda mengatakan, berkeringat di cuaca panas bukan pertanda kulit lembab.
"Meskipun kita banyak berkeringat itu bukan berarti kulit kita lembab ya, tapi kering karena keringat itu berbeda dengan bahan atau material di kulit yang berfungsi untuk menjaga kelembaban," lanjutnya.
Kulit kering seringkali membuat tidak nyaman, banyak keluhan gatal-gatal pada kulit yang menyebabkan iritasi. Hal tersebut juga bisa menjadi iritasi dan memicu peradangan kulit hingga kulit menjadi kemerahan dan terasa perih.
Selain itu, juga dapat terkena infeksi jamur panu atau Pityriasis Versicolor, infeksi jamur tinea corporis, dan penggelapan kulit yang warnanya lebih gelap dari warna kulit normal seperti melasma atau flek.
Dokter Linda juga menyarankan menggunakan pelembab yang memiliki kandungan hyaluronic acid atau petrolatum secara rutin, menggunakan sunscreen atau tabir surya minimal SPF-nya 30 hingga menggunakan pembersih kulit yang lembut agar kulit lebih bersih.
Selain itu, di cuaca panas yang terik juga dianjurkan menggunakan pakaian yang berbahan katun yang dapat menyerap keringat dan juga memperbanyak minum untuk menghindari dehidrasi.
"Kemudian juga tidak kalah penting harus dicukupi kebutuhan cairan tubuh terutama ketika banyak berkeringat. Jadi hidrasi yang baik itu penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan dengan minum air minimal delapan gelas per hari," lanjutnya.
Simak Video " Menikmati Makan Malam Lezat di Restoran Hotel Mewah Surabaya "
(auh/hil)