Bau Peternakan Bebek Ganggu Warga Perumahan Sidoarjo, Ini Respons DLHK

Suparno - detikJatim
Rabu, 23 Sep 2026 16:00 WIB
Peternakan bebek di perumahan Woodville Residents Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas peternakan bebek petelur dikeluhkan warga Perumahan Woodville Regensi, Desa Dukuh Tengah/Banjarsari Wetan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo akan turun tangan untuk menangani persoalan tersebut.

Keluhan bau itu disebut masih dirasakan warga di lingkungan perumahan. Bahkan, terdapat seorang balita yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo dan oleh warga dikaitkan dengan kondisi lingkungan tersebut.

Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan mediasi dan pembinaan terhadap para peternak. Di lokasi tersebut terdapat Kelompok Ternak Itik Subur Makmur yang beranggotakan sekitar 25 orang, serta dua peternak lain di luar kelompok.

"Sudah beberapa kali kita lakukan mediasi dan pembinaan. Prinsipnya warga nyaman, peternak juga tetap bisa berusaha. Fokus kita sekarang bagaimana baunya ini bisa hilang atau minimal berkurang," kata Arif kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Arif, DLHK juga telah menyediakan bahan penetral bau berupa Ecoline. Namun, belum seluruh peternak mengambil dan menggunakan bahan tersebut secara rutin.

"Sudah kita bagikan Ecoline, tetapi belum semua peternak mengambil dan menggunakannya. Ini yang harus kita pastikan bersama supaya penanganan baunya bisa maksimal," jelasnya.

Arif menjelaskan, warga atau pengurus lingkungan dapat mengambil Ecoline secara gratis dengan membawa jeriken ke kantor DLHK. Keterbatasan personel membuat petugas belum dapat mengantarkan bahan tersebut langsung ke lokasi peternakan.

"Personel kita terbatas, hanya sekitar tiga sampai empat orang. Jadi sementara warga atau pengurus kita minta membawa jeriken ke DLHK untuk mengambil Ecoline secara gratis," ujarnya.

Selain memastikan seluruh peternak menggunakan bahan penetral bau, DLHK juga akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Petugas akan berkoordinasi dengan manajemen perumahan, warga dan pihak terkait lainnya.

"Kita akan datangi langsung peternaknya, kita pastikan penyemprotannya dilakukan. Nanti kita koordinasikan juga dengan manajemen perumahan dan pihak-pihak terkait," imbuh Arif.

Arif menyebut, persoalan tersebut untuk sementara tidak diarahkan pada persoalan izin usaha peternakan. Menurutnya, yang menjadi perhatian utama adalah efektivitas penanganan bau yang dikeluhkan masyarakat.

"Ini bukan soal izin usaha peternakannya. Yang paling penting sekarang bagaimana penanganan baunya efektif. Kita tidak ingin saling menyalahkan, tetapi mencari solusi bersama," tegasnya.

Selain bau dari aktivitas peternakan, DLHK juga menemukan adanya aktivitas pembakaran sampah dari lokasi lain yang bukan berada di area peternakan. Kondisi tersebut disebut turut memberikan dampak terhadap kualitas udara di sekitar permukiman.

DLHK Sidoarjo saat ini juga tengah mengikuti kegiatan pelatihan pencegahan kebakaran TPA dan mitigasi. Setelah kegiatan tersebut selesai, tim akan turun kembali ke lokasi untuk mendokumentasikan kondisi lapangan sekaligus melanjutkan penanganan keluhan warga.

"Setelah kegiatan selesai, tim akan turun ke lokasi, kita foto kondisi di lapangan, kemudian kita lanjutkan penanganannya," pungkas Arif.



Simak Video "Video: Viral Pelajar Terpapar HIV di Sidoarjo Capai 522 Orang, Dinkes Buka Suara "

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork