Sempat ramai di media sosial beberapa fasilitas di Alun-Alun Sidoarjo khususnya area permainan anak dilaporkan mengalami kerusakan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah arena bermain beralas karet warna-warni yang digunakan untuk permainan engklek.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo memastikan bahwa kondisi itu sedang dalam proses perbaikan.
"Sudah dikerik material yang rusak. Ini masih dalam proses perbaikan," jelas Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) DLHK Sidoarjo, Vira Murti, Minggu (29/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses perbaikan sempat tertunda karena pekerja dari pihak kontraktor menjalani libur selama periode Lebaran. Namun, pekerjaan akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.
"Rencananya minggu ini dilanjutkan pekerjaannya. Dibuat baru dengan bahan yang lebih baik," ujar Vira.
Ia menambahkan, pihaknya telah meminta agar material yang digunakan ditingkatkan, terutama pada bagian karet agar lebih tebal dan tahan lama.
Selain arena bermain engklek, beberapa fasilitas lain seperti jungkat-jungkit hingga sarana olahraga juga sempat mengalami kerusakan. Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono mengatakan hal ini tidak lepas dari tingginya aktivitas pengunjung di alun-alun.
Penggunaan yang tidak sesuai peruntukan, seperti area bermain anak yang juga digunakan oleh orang dewasa, turut memengaruhi kerusakan fasilitas di sana.
"Akeh (banyak) penyebab ya. Yang nginjak (rubber flooring) banyak. Nggak hanya anak-anak. Kalau untuk mainan anak ya kami minta tolong yang main ya biar anaknya saja," ucap Arif.
Kondisi di lapangan membuktikan hal tersebut. Berdasar pantauan detikJatim, Minggu (29/3/2026), masih banyak masyarakat terutama para ibu-ibu yang turut menggunakan permainan anak selagi menunggu sang buah hati bermain.
Di area gym terbuka terjadi sebaliknya. Sarana olahraga yang seharusnya ditujukan bagi orang dewasa itu justru dipenuhi anak-anak yang bermain dengan alat-alat yang disediakan.
Karena itu DLHK Sidoarjo mengimbau agar para orang tua dapat terus mendampingi anak-anaknya agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
"Anak harus didampingi. Jangan dilepas main sendiri. Kalau nggak didampingi bisa bahaya itu naik-naik sampai tinggi, atau bergelantungan," harap Arif.
Meski pemakaian tidak wajar masih terus terjadi, DLHK Sidoarjo tetap mengatasi setiap kerusakan fasilitas dengan sigap dan tanggap. Untuk kerusakan ringan seperti rantai yang lepas atau wahana yang goyang, perbaikan langsung dilakukan di lokasi.
DLHK juga membuka layanan aduan bagi masyarakat yang menemukan kerusakan fasilitas di area alun-alun. Warga diminta melaporkan melalui command center atau pos informasi publik agar segera ditindaklanjuti oleh tim teknis.
Perbaikan yang terus berjalan diharapkan dapat menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus memastikan fasilitas di Alun-Alun Sidoarjo tetap aman digunakan.
(auh/abq)











































