Kasus ISPA di Lamongan Naik, 2.549 Pasien dalam 6 Pekan

Kasus ISPA di Lamongan Naik, 2.549 Pasien dalam 6 Pekan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Rabu, 23 Sep 2026 15:00 WIB
Kantor Dinkes Lamongan
Kantor Dinkes Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim
Lamongan -

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan dalam enam minggu terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mencatat, jumlah kasus mencapai 2.549 pasien pada pekan ke-36.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr Yani Khairurakhmawati mengatakan, peningkatan kasus tersebut terpantau dari data fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di seluruh wilayah Lamongan.

"Data update dari faskes ada kenaikan sekitar 200-an per minggunya. Mayoritas keluhan pasien adalah ISPA," kata Yani saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Lamongan, jumlah penderita ISPA pada pekan ke-31 tercatat sebanyak 2.218 pasien. Angka itu kemudian turun menjadi 2.071 pasien pada pekan ke-32 dan 1.970 pasien pada pekan ke-33.

ADVERTISEMENT

Namun, kasus kembali mengalami peningkatan pada pekan berikutnya. Pada pekan ke-34 tercatat 2.095 pasien, kemudian naik menjadi 2.319 pasien pada pekan ke-35. Jumlah tersebut kembali meningkat pada pekan ke-36 hingga mencapai 2.549 pasien.

Yani menyebut, kondisi cuaca yang kering selama kemarau panjang serta paparan debu menjadi salah satu faktor yang diduga memicu meningkatnya gangguan pernapasan masyarakat.

Meski terjadi peningkatan jumlah pasien, Yani memastikan kondisi penderita yang ditangani fasilitas kesehatan sejauh ini masih dalam kategori umum dan belum menunjukkan perkembangan menjadi penyakit paru.

"Alhamdulillah influenza ini tidak berlanjut ke penyakit paru," ujarnya.

Dinkes Lamongan juga mencatat kasus ISPA dalam dua pekan terakhir tersebar di sejumlah wilayah. Tiga puskesmas dengan jumlah pasien tertinggi yakni Puskesmas Mantup sebanyak 390 pasien, Puskesmas Kembangbahu 312 pasien, dan Puskesmas Babat sebanyak 292 pasien.

Melihat tren tersebut, Dinkes Lamongan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta menjaga kondisi tubuh dan memenuhi kebutuhan cairan agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di lingkungan yang banyak terpapar debu.

"Untuk masyarakat tetap jaga imunitas, cukup minum dan kalau keluar rumah gunakan masker," pungkas Yani.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads