Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Kawi terus dimaksimalkan. Meski kobaran api utama di sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, petugas kini memfokuskan operasi pada pembasahan area rawan guna mencegah api kembali menyala.
Administratur Perum Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko mengungkapkan, water bombing terus dikerahkan untuk melakukan pembasahan di titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara api.
"Hari ini dilakukan water bombing untuk petak-petak atau titik-titik api yang berpotensi masih menyala kembali. Ya, bisa disebut pembasahan," kata Kelik saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (23/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah pembasahan ini dinilai sangat krusial, mengingat kondisi cuaca dan tiupan angin di pegunungan sering memicu letupan api baru. Sisa bara yang tersembunyi di dalam serasah daun kering dapat kembali membara secara mendadak jika diterpa angin kencang.
Kelik menjelaskan bahwa pada Senin (21/9/2026) lalu, titik api masih ditemukan di kawasan Pitrang, Kabupaten Blitar dan Batu Tulis, Kabupaten Malang. Namun, saat ini titik api di dua kawasan tersebut sudah dipastikan padam.
Sedangkan dari hasil pemantauan udara dari helikopter pada Rabu (23/9) pagi sekitar pukul 07.39 WIB mendeteksi adanya titik api baru yang kembali muncul di Kawinajang. Titik tersebut langsung menjadi sasaran utama penyiraman air.
"Hasil observasi udara tadi pagi ada titik api di area jurang Kaldera Purba Kawinajang. Maka dari itu pembasahan langsung kita fokuskan ke area-area yang masih muncul asap atau ada sisa bara," jelasnya.
