Bentrokan antara massa pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan aparat kepolisian pecah di Kota Madiun, Jawa Timur. Rekaman insiden tersebut sempat beredar viral di media sosial.
Informasi yang dihimpun detikJatim bentrokan tersebut terjadi Selasa (22/9/2026) pagi. Sedangkan lokasinya di persimpangan tiga jalan menuju Padepokan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Jalan Merak, Kota Madiun.
Kasi Humas Polres Madiun Kota, Ipda Aris Yunandi, membenarkan adanya insiden bentrokan di lokasi tersebut. Aris menjelaskan, massa pesilat yang terlibat bentrokan anggota PSHT kubu pimpinan Muhammad Taufiq.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keributan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang pukul 10.00 WIB. Massa pesilat tersebut diketahui hendak menuju gedung Padepokan PSHT Pusat Madiun.
"Jadi rombongan ingin ke Padepokan menjelang acara Parapatan Luhur (Parluh)," kata Aris, Rabu (23/9/2026).
Menurut Aris, acara Parluh PSHT kubu Muhammad Taufiq rencana digelar tanggal 25 hingga tanggal 27 September 2026. Namun dari segi alasan keamanan Forkopimda tidak belum mengeluarkan surat izin acara.
"Rencana tanggal 25 sampai 27 September 2026 namun belum di izinkan oleh Forkopimda karena alasan keamanan," tandas Aris.
Karena hal ini, aparat yang telah bersiaga kemudian mengadang massa dari kubu Taufiq untuk mendatangi padepokan. Sebab selain tak berizin, massa kubu Taufiq juga dikhawatirkan akan bertemu dengan kubu Moerdjoko dan berujung bentrokan.
Namun rupanya adangan aparat itu sempat membuat massa kubu pesilat Taufiq murka dan terlibat bentrok dengan aparat. Meski demikian, massa yang sempat memanas tersebut kemudian berhasil dihalau oleh aparat.
