Awas! Pelajar di Surabaya Jadi Korban Scam Modus Intimidasi

Awas! Pelajar di Surabaya Jadi Korban Scam Modus Intimidasi

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Selasa, 22 Sep 2026 15:00 WIB
Akun threads @syrarchievee yang menyebut adiknya jadi korban scam modus intimidasi di Surabaya
Akun threads @syrarchievee yang menyebut adiknya jadi korban scam modus intimidasi di Surabaya. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Postingan berisi imbauan terkait modus penipuan atau scam di Surabaya viral di media sosial. Dalam postingan itu, seorang pelajar disebut menjadi korban penipuan oleh pria tak dikenal hingga ponselnya raib.

Postingan tersebut diunggah akun @syrarchievee di media sosial Threads. Dalam unggahannya, akun tersebut mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap modus serupa.

Saat dihubungi detikJatim, pemilik akun menjelaskan korban merupakan adiknya. Peristiwa itu terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat korban melintas di kawasan Tunjungan Plaza, tepatnya Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, korban tiba-tiba didekati seorang pria dari arah belakang. Pelaku yang mengendarai Honda Vario 125 warna hitam tersebut kemudian meneriaki korban dan meminta korban menepi di depan Black Owl Surabaya.

Pelaku disebut memiliki ciri-ciri laki-laki dengan tinggi sekitar 160 cm. Kepada korban, pelaku mengaku keberatan karena korban disebut mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.

ADVERTISEMENT

"Adek saya pulang les kak, melewati daerah Tunjungan Plaza, terus tiba-tiba dari belakang ada bapak 'mepet' sambil bilang kalau adek saya itu kenceng bawa motornya (padahal engga) dan dipaksa untuk menepi," kata Syifa Rasalhague, kakak korban, saat dihubungi detikJatim, Selasa (22/09).

Setelah berhasil mengelabui korban, pelaku mengaku bahwa dirinya merupakan orang asli Surabaya dan memiliki kewenangan melaporkan korban karena dinilai mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Korban yang merasa diintimidasi memilih menuruti kemauan pelaku.

Saat itu, pelaku menggeledah tas dan mengambil ponsel korban yang berada di dashboard motornya. Namun, karena tidak menemukan apa yang diinginkan, pelaku kembali mengembalikan tas tersebut. Di saat bersamaan, pelaku mengambil ponsel korban.

"Pada waktu itu kata adekku hapenya juga dimasukin tas, tapi kayaknya pake trik biar nggak keliatan, padahal itu diambil masuk kantongnya. Dan, adekku dilepas suruh pulang duluan, dan bener aja waktu di cek di rumah hape sudah enggak ada," ujarnya.

Setelah berhasil mengambil ponsel tersebut, pelaku meminta korban untuk segera pergi. Korban yang saat itu dalam keadaan bingung baru menyadari bahwa ponselnya hilang ketika sudah sampai di rumah. Saat ini korban telah melapor ke Polsek Tegalsari.

Pihaknya juga menghimbau kepada siapapun untuk berhati-hati saat berkendara. Sebab, pelaku mengincar anak-anak SMA, terutama perempuan. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Polsek Tegalsari.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads