Viral Kucing Berkostum di Tunjungan Surabaya, Dokter Hewan Soroti Hal Ini

Viral Kucing Berkostum di Tunjungan Surabaya, Dokter Hewan Soroti Hal Ini

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 22 Sep 2026 06:20 WIB
Kawasan Jalan Tunjungan.
Kawasan Jalan Tunjungan. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Aksi membawa kucing dengan kostum ke kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, viral di media sosial. Dokter hewan menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan.

Pemerhati satwa liar dan satwa kesayangan, peduli konservasi dan animal welfare dari Divisi Klinik FKH Unair, Dr Boedi Setiawan, MP., Drh, menegaskan bahwa kebutuhan dasar hewan harus terpenuhi.

"Kalau kita memelihara itu kan diperhatikan aspek kesejahteraan hewannya ya, animal welfare-nya harus kita perhatikan. Apa yang dibutuhkan hewan itu harus tahu," ujar Boedi saat dihubungi detikJatim, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kesejahteraan hewan antara lain mencakup terbebas dari rasa lapar dan haus, tekanan atau rasa khawatir, serta penyakit. Hewan juga perlu diberi kesempatan mengekspresikan perilaku alaminya.

ADVERTISEMENT

"Kemudian harus kita mengekspresikan naluri alaminya misalnya perlu teman ya, kalau bisa ada jodohnya gitu. Dipelihara supaya dia bisa bereproduksi, kemudian sosialisasi juga ada yang lain, hewan yang lain, kucing yang lain," tuturnya.

Terkait kucing yang dibawa ke kawasan Jalan Tunjungan, Boedi juga menilai perlu dilihat lebih jauh alasan hewan tersebut dibawa ke ruang publik. Terlebih jika aktivitas itu berkaitan dengan penggalangan donasi.

"Nah, sekarang apa kita harus paham juga alasannya mereka itu ke sana. Itu yang latar belakangnya itu yang penting. Apa nanti tujuannya itu ada kayak donasi ya, untuk mendapatkan bantuan biaya pemeliharaan," jelasnya.

Boedi mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak berkembang menjadi eksploitasi terhadap hewan.

Menurut Boedi, penggalangan dana untuk kebutuhan perawatan hewan dapat dilakukan melalui cara lain. Misalnya dengan membuat profil hewan dan mengajukan proposal donasi.

"Lebih baik dia bikin profile kayak gitu ya, kemudian ngajukan proposal, ada cat lover, (bisa dijelaskan) ada kucing ini, biayanya disebut dan minta misalkan donasi (melalui) proposal lebih baik daripada eksploitasi hewan," tuturnya.

Dia menilai kucing juga akan lebih nyaman jika berada di lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, bukan di tempat yang ramai dan bising.

"Jadi mendapatkan tempat tinggal yang nyaman ya, dia enggak tidur terganggu ya dari apa bising-bising kendaraan dan lain-lain," katanya.

Boedi menyebut aspek kesejahteraan hewan dalam aktivitas semacam itu juga perlu menjadi perhatian dari sisi aturan. Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan pengaturan terkait aktivitas yang melibatkan hewan di ruang publik.

"Sebelum yang lain-lain ikut mungkin bisa diatur, ditertibkan untuk pemerintah kota ya, untuk mengatur supaya itu tidak di area itu tidak ada eksploitasi hewan," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads