Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyegel dan menduduki kampus, Senin (21/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan akan terus berlangsung hingga Rektor UINSA Akh. Muzakki mundur dari jabatannya.
Penyegelan dilakukan di dua gerbang utama kampus. Aktivitas di UINSA tidak sepenuhnya lumpuh karena mahasiswa masih bisa beraktivitas melalui akses lain.
Tenaga pendidik juga tidak dapat masuk melalui dua gerbang yang disegel. Namun, mereka masih dapat masuk melalui pintu belakang kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana atau Ale mengatakan, mahasiswa tidak menetapkan batas waktu penyegelan kampus. Aksi akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
"Enggak ada tenggat waktunya (penyegelan). Sampai benar-benar turun. Kalau perlu memang nanti dirasa perlu untuk menyegel lebih lama, kita akan segel 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, 1 bulan," kata Ale kepada wartawan di depan kampus UINSA, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, salah satu dosen UINSA berinisial S mengaku tiba di kampus pada Senin pagi. Namun, ia tidak dapat masuk melalui gerbang yang disegel sehingga terpaksa mengalihkan kegiatan perkuliahan secara daring.
"Nggak bisa ngajar, mahasiswa sudah di kelas akhirnya perkuliahan online. Nggak eyel-eyelan, langsung cari warkop buat kelas online," ujar S kepada detikJatim.
S menyayangkan mahasiswa yang seharusnya mengikuti seminar proposal (sempro) secara langsung juga terdampak aksi tersebut. Sejumlah mahasiswa yang telah terjadwal sempro akhirnya harus mengikuti kegiatan secara daring.
"Banyak yang sudah terjadwal sempro juga akhirnya tidak bisa dilakukan secara offline," pungkasnya.
