Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur (Jatim) menerima laporan dari kader soal maraknya paksaan iuran ke warga untuk menyewa sound horeg. Ansor menyebut tindakan tersebut merupakan premanisme.
"Itu sudah masuk tindakan premanisme," kata Ketua Ansor Jatim H Musaffa' Safril kepada detikJatim, Minggu (20/9/2026).
Gus Safril mengimbau warga tidak takut untuk menolak iuran. Sebab, warga tidak punya kewajiban untuk membayar atau menyewa sound horeg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi gini, di masyarakat itu biasa kan nggak enak, ada yang takut. Jadi juga ada beberapa laporan yang saya terima di beberapa daerah, setiap rumah itu, setiap keluarga dipaksa untuk memberikan iuran untuk nanggap sound horeg. Mau tidak mau, suka tidak suka, karena ada yang takut, ada yang nggak enak, akhirnya ikut patungan," jelasnya.
"Tidak semuanya mampu dan tidak semuanya suka terhadap sound horeg itu, tetapi akhirnya dipaksa. Nah, ini kalau nanti dibiarkan, ini juga nanti menjadi bentuk premanisme baru menurut saya. Warga jangan takut untuk melawan," tambahnya.
Temuan-temuan premanisme tersebut, kata Safril, harus ditindaklanjuti serius oleh pemerintah provinsi atau kabupaten/kota. Ia ingin ada efek jera dari aparat penegak hukum agar sound horeg tidak meresahkan.
"Kepolisian, TNI, itu juga harusnya ikut serta. Elemen masyarakat seperti gerakan pemuda Ansor, Banser, juga siap jika diperlukan untuk turun membantu," tandasnya.
