6 Fakta Banser Turun Gunung Awasi Sound Horeg Mirip 'Diskotek Keliling'

6 Fakta Banser Turun Gunung Awasi Sound Horeg Mirip 'Diskotek Keliling'

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 10:00 WIB
Ilustrasi. Acara dengan sound horeg di Gresik.
Ilustrasi sound horeg di Gresik.(Foto: Istimewa)
Surabaya -

Sound horeg di sejumlah daerah Jawa Timur dinilai menimbulkan keresahan hingga berpotensi membahayakan warga. Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur mendesak pemerintah mengambil tindakan terukur, bahkan menyatakan kesiapan mengerahkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) jika dibutuhkan untuk membantu pengawasan.

Ketua Ansor Jatim H Musaffa' Safril atau Gus Safril menyebut, pihaknya menerima sejumlah laporan dari kader di berbagai daerah mengenai dampak parade sound horeg, mulai dari dugaan gangguan kesehatan, kerugian material, hingga persoalan sosial di masyarakat.

Berikut fakta-faktanya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ansor Minta Pemerintah Tegas

Ketua Ansor Jatim H Musaffa' Safril (Gus Safril) menilai, pemerintah perlu mengambil langkah tegas terhadap penggunaan sound system berdaya tinggi yang melintas di kawasan permukiman karena laporan mengenai dampaknya terus diterima dari berbagai daerah, meski sebagian laporan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Salah satu laporan yang diterima Gus Safril menyebut, adanya warga yang diduga meninggal ketika parade sound horeg melintas dengan volume sangat keras di kawasan Jember-Lumajang.

ADVERTISEMENT

"Menurut kami, pemerintah harus tegas karena sudah banyak korban. Ini beberapa laporan dari daerah-daerah banyak yang jadi korban. Walaupun perlu diverifikasi, tapi ada yang ngaku melihat sanak saudaranya meninggal saat ada sound horeg melintas di depan rumahnya nyala dengan volume yang sangat keras di kawasan Jember-Lumajang," katanya di Surabaya, Jumat (18/9/2026).

2. Ternak Ayam Disebut Mati

Dampak yang disoroti Ansor Jatim tidak hanya berkaitan dengan warga, tetapi juga hewan ternak yang berada di sekitar jalur parade sound horeg, berdasarkan laporan kader Ansor di lapangan. Gus Safril menyebut pihaknya menerima laporan adanya ternak ayam yang disebut mati ketika sound horeg melintas di dekat kandang dengan suara berdaya tinggi.

"Kami juga dapat laporan dari teman-teman Ansor di lapangan, ada ternak ayam yang tiba-tiba mati karena ada sound horeg melintas di dekat kandang tersebut. Dan masih banyak lagi korban-korban dari mudaratnya sound horeg yang luar biasa ini," tambahnya.

3. Dinilai Mirip 'Diskotek Keliling'

Ansor Jatim juga menyoroti aspek sosial dalam parade sound horeg, terutama ketika kegiatan tersebut disertai hiburan lain yang dinilai tidak sesuai untuk anak-anak dan berlangsung di ruang terbuka. Gus Safril menyebut pihaknya mendapat laporan adanya parade yang menghadirkan sexy dancer serta dugaan konsumsi minuman keras yang dapat dilihat masyarakat, termasuk anak-anak.

"Paling banyak sound horeg di Jawa Timur, ini sudah sangat meresahkan. Lebih lagi ada unsur-unsur lain, laporan teman-teman itu mirip diskotek keliling, ada sexy dancer-nya juga, dan tidak menutup kemungkinan ada minum-minuman (keras) yang itu dipertontonkan secara gamblang, ada anak kecil di situ ikut main," kata Gus Safril.

4. Disorot karena Mengganggu Waktu Ibadah

Persoalan lain yang disampaikan Ansor Jatim adalah penggunaan sound berdaya tinggi ketika waktu ibadah, termasuk saat azan Magrib, yang disebut pernah terjadi di sekitar masjid atau musala.

Gus Safril menilai penggunaan pengeras suara dengan volume keras pada waktu tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam penerapan norma bermasyarakat.

"Bahkan yang lebih miris lagi juga pas azan magrib, azan magrib ini di samping musala, di samping masjid ini malah disetel keras-keras juga. Nah, jadi ini mengarah kepada peradaban yang mundur," tegasnya.

5. Ansor Usulkan Zonasi Khusus

GP Ansor Jatim menegaskan pihaknya tidak menolak keberadaan sound horeg sebagai bentuk hiburan, tetapi meminta kegiatan tersebut ditempatkan di lokasi yang sesuai dan tidak melewati permukiman warga dengan suara berintensitas tinggi.

Gus Safril mengusulkan adanya zonasi atau lokasi khusus, seperti lapangan terbuka, sehingga kegiatan sound horeg tidak mengganggu warga yang berada di sepanjang jalur parade.

"Itu boleh-boleh saja. Tetapi kalau di tengah perjalanan, sepanjang perjalanan ini sudah disetel keras-keras, kan bisa jadi rumah yang dilewati sound horeg di depannya itu ada orang yang sedang sakit atau jantungan, ini sangat membahayakan," tegasnya.

6. Banser Siap Bantu Pengawasan

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penertiban pemerintah, Ansor Jatim menyatakan kesiapan melibatkan Banser di tingkat kabupaten/kota jika memang diperlukan oleh Pemprov Jatim, Satpol PP, maupun kepolisian.

Keterlibatan tersebut disebut sebagai bentuk dukungan untuk membantu pengawasan dan penertiban kegiatan sound horeg yang dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Ini saatnya, menurut kami, pemerintah tegas untuk menertibkan sound horeg yang sudah semakin membahayakan. Ansor Jatim jika dibutuhkan juga siap kita menyiapkan Banser untuk ikut membantu pemerintah dalam rangka menertibkan sound horeg. Karena di Jatim ini memang pusatnya sound horeg," tandasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Galak ke MUI Jatim, Budi Langsung Tobat Mau Jual Sound Horeg Usai Dimarahi Istri"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads