Kebakaran Hutan Gunung Buthak Meluas hingga 400 Hektare ke Kawi Najang

Kebakaran Hutan Gunung Buthak Meluas hingga 400 Hektare ke Kawi Najang

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Kamis, 10 Sep 2026 15:15 WIB
Tangkapan layar video munculnya titik api baru di Gunung Buthak.
Tangkapan layar video munculnya titik api baru di Gunung Buthak. (Foto: Istimewa)
Malang -

Kebakaran hutan di petak 100 Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dipastikan telah padam. Konsentrasi tim gabungan kini beralih ke kawasan Pegunungan Kawi Najang di sisi barat daya, tepatnya di Kecamatan Pujon, Malang setelah kobaran api dilaporkan merembet ke area itu sejak Senin 7 September 2026.

Peristiwa kebakaran ini berawal dari kemunculan titik api pada Selasa (1/9) lalu yang sempat menghanguskan 15 hektare lahan. Setelah dinyatakan padam, terpaan angin yang cukup kencang memicu timbulnya titik api baru pada Jumat (4/9) sekira pukul 10.00 WIB hingga membakar vegetasi kering di area puncak dan meluas ke kawasan sekitarnya.

Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Kelik Djatmiko menyampaikan titik api di kawasan Gunung Buthak sejatinya sudah padam sejak Senin (7/9) sore. Petugas di lapangan saat ini hanya melakukan penyisiran sisa-sisa bara api guna memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk Gunung Buthak sudah dipastikan padam sejak Senin sore. Saat ini tetap ada tim dari pengelola dan masyarakat sekitar yang menyisir sisa-sisa bara api. Sedangkan untuk di Pegunungan Kawi Najang, tim fokus melakukan pemantauan dan observasi titik api," kata Kelik kepada detikJatim, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

Kelik mengungkapkan penanganan darat di kawasan Kawi Najang saat ini terbatas akibat kabut tebal yang menghalangi pandangan di lokasi. Sehingga tim lapangan hanya bisa melakukan pemantauan pergerakan api sembari menunggu jarak pandang membaik.

Sementara untuk kondisi di kawasan Kawi Najang sampai saat ini terpantau masih menyisakan sejumlah titik api kecil yang berada di lereng gunung.

"Kondisi cuaca berkabut sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas pemadaman darat secara maksimal, kecuali melakukan observasi atau pengamatan sambil menunggu cuaca terang," jelasnya.

Guna memperkuat upaya penanganan, tim gabungan telah mendirikan Pos Lapang Penanganan Darurat Bencana di kawasan Pujon. Ratusan personel dari BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani, hingga relawan dikerahkan untuk melakukan pemantauan serta pembuatan sekat bakar.

Sementara itu, untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, seluruh jalur pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong dipastikan masih ditutup total bagi umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Luasan Kebakaran Hutan Mencapai 400 Hektare

Luas area kebakaran hutan yang bermula dari petak 100 Gunung Buthak dan terus merembet ke Pegunungan Kawi Najang terus bertambah. Berdasarkan pendataan terbaru tim BPBD Kabupaten Malang pada Kamis (10/9/2026), total area yang terbakar diperkirakan telah mencapai 400 hektare.

Angka itu meningkat signifikan dibandingkan estimasi awal pekan lalu. Pada Selasa (1/9), kebakaran pertama menghanguskan lahan seluas 15 hektare. Luasan itu kemudian melonjak drastis hingga mencapai 300 hektare pada Minggu (6/9) akibat dipicu hembusan angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan membenarkan adanya pembaruan data luasan lahan terdampak dari hasil pemetaan dan asesmen tim di lapangan.

"Berdasarkan hasil pemantauan, luasan area yang terbakar di petak 100 kurang lebih mencapai 400 hektare. Titik api di Lereng Kawi Najang masih terdapat titik-titik api kecil dengan vegetasi yang terbakar sebagian besar adalah semak belukar," kata Sadono kepada awak media, Kamis (10/9/2026).

Sadono menjelaskan, kendala utama penanganan di lapangan adalah topografi lereng yang terjal serta jarak pandang yang terbatas akibat cuaca. Kondisi ini menyulitkan jangkauan petugas untuk melakukan pemadaman langsung di titik api.

"Pemadaman darat tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung di beberapa titik karena terhalang kabut yang cukup tebal dan lokasi titik api berada di hutan pada lereng yang sulit dijangkau oleh tim," terangnya.

Untuk mengantisipasi penambahan luasan area terdampak, BPBD bersama jajaran Forkopimcam Pujon, Perhutani, dan relawan menyiagakan tim observer guna memetakan jalur sekat bakar dan memantau pergerakan titik api secara berkala.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads