Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur menyisakan dua titik usai Gunung Bromo telah dinyatakan padam total. Karhutla masih tersisa di kawasan Gunung Buthak-Gunung Kawinajang, serta di Gunung Wilis.
"Bromo sudah padam total dan tidak ada titik api. Saat ini fokus pemadaman di Gunung Kawinajang Blitar dan Gunung Wilis," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (19/9/2026).
Gatot membeberkan, water bombing terus dioptimalkan memadamkan api di Gunung Kawinajang yang lokasinya berdekatan dengan Gunung Buthak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini cuaca berkabut, dan operasi water bombing masih dilakukan dari pagi tadi sampai siang ini sudah 3.000 Liter," jelasnya
"Ada sedikit kendala yakni jarak pandang helikopter menuju titik kepulan asap terganggu oleh kabut. Sementara titik api berada di wilayah yang tidak dapat di jangkau oleh personil tim jalur darat," tambahnya.
Gatot menyebut total luasan lahan yang terbakar di Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang sekirar 1.459 Hektare (Ha).
"Tim pemadam gabungan jalur darat melakukan penanganan di lokasi yang bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman serta pembuatan sekat agar api tidak semakin meluas. BPBD Jatim juga melakukan droping logsitik bagi kebutuhan personil tim gabungan di Pos Kraton," terangnya.
Sementara untuk karhutla di Gunung Wilis Nganjuk, titik api berada di area Puncak Gunung Wilis dengan medan yang terjal dan curam.
"Luas wilayah yang terdampak yakni 50 Hektare. Personil BPBD Jatim dan BPBD Nganjuk melakukan asasmen serta berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Perhutani. Bersama-sama kami melanjutkan giat pemantauan titik api dari jauh karena lokasi titik api berada di pucuk gunung dengan kontur bertebing dan sulit di jangkau," tandasnya.
"Personil penanganan jalur darat bersama asosiasi warga dan pedagang saat ini membuat sekat bakar agar api tidak meluas," tandasnya.
