Banyuwangi Dorong Guru Terus Upgrade Skill dan Kompetensi

Banyuwangi Dorong Guru Terus Upgrade Skill dan Kompetensi

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 16:20 WIB
Seminar pendidikan di Banyuwangi
Seminar pendidikan di Banyuwangi/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Berbagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Salah satunya melalui Seminar Pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai ujung tombak mutu pendidikan di daerah.

Seminar Pendidikan Nasional tersebut digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Sabtu (19/9/2026). Mengusung tema "Transformasi Guru Masa Depan dan Masa Depan Guru Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua", seminar diikuti 350 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, tenaga kependidikan, hingga pemerhati dan praktisi pendidikan.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemkab Banyuwangi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (IKA FIP UNJ). Seminar menghadirkan sejumlah praktisi pendidikan sebagai narasumber, yakni Dr. Cecep Kustandi (Wakil Dekan II FIP UNJ), Dr. Dudung Abdul Qodir (Sekjen PB PGRI/Ketua IKA FIP UNJ), serta Dr. Alfian (Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para narasumber tidak hanya berbagi tentang pembelajaran di era digital dan penguatan karakter anak, tetapi juga membuka sesi diskusi bersama peserta. Sejumlah pertanyaan, aspirasi, dan saran disampaikan dalam sesi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas, profesionalisme, serta peran guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan agar semakin adaptif terhadap dinamika zaman dan kebutuhan anak didik di era digital saya ini," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka acara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri PAN-RB periode 2022-2024 Abdullah Azwar Anas.

Ipuk mengatakan, perubahan zaman yang sangat pesat menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi dari sistem konvensional menuju pembelajaran yang fleksibel dan berbasis digital.

Ia mengajak seluruh insan pendidikan Banyuwangi berkolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi untuk mewujudkan pendidikan yang semakin berkualitas dan inklusif. Ipuk juga berpesan agar para guru terus meningkatkan keterampilan dan kompetensinya.

"Guru tidak boleh berhenti belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang teknologi," ujarnya.

Ipuk juga meminta guru dan kepala sekolah menciptakan ruang dan suasana belajar yang lebih nyaman, inklusif, serta mampu membangkitkan kreativitas anak.

"Jangan jadikan ruang kelas satu-satunya tempat untuk belajar. Guru harus bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas di sekitar sekolah, hingga orang tua sebagai partner. Sehingga pendidikan yang diberikan semakin berkualitas dan membangun kreativitas siswa," pesannya.

Dalam seminar tersebut, para narasumber berbagi tips untuk menjadi pendidik yang berkualitas. Salah satunya Dudung Abdul Qodir yang menyebut sedikitnya ada tiga kunci utama untuk menjadi guru hebat.

Pertama, trend watching atau kemampuan menganalisis hal-hal aktual. Guru harus banyak membaca dan memperluas informasi sehingga mengetahui tren yang saat ini terjadi di dunia pendidikan. Kedua, envisioning atau perencanaan kebijakan ke depan. Ketiga, critical thinking atau kemampuan berpikir kritis.

"Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads