Robohnya Crane Proyek Milik Jasa Marga di Jalan HR Muhammad Surabaya

Round Up

Robohnya Crane Proyek Milik Jasa Marga di Jalan HR Muhammad Surabaya

Amir Baihaqi - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 08:36 WIB
Crane proyek di Surabaya roboh ke Jalan HR Muhammad
Crane proyek di Surabaya roboh ke Jalan HR Muhammad (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Sebuah derek jangkung (crane) roboh dan menimpa sebagian badan Jalan HR Muhammad, Surabaya, pada Jumat (18/9). Akibat insiden ini arus lalu lintas sempat macet dan listrik padam.

Salah seorang saksi mata, Bagus Hardi, mengungkapkan kejadian terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat roboh crane juga sempat menimpa tiang listrik. Hal ini lah yang diduga membuat listrik di wilayah setempat padam.

"Sekitar setelah Asar, 15.30 WIB, tiba-tiba kantor saya mati lampu. Setelah menyalakan genset, saya tanya-tanya dan dapat informasi dari teman kalau kabel di atas sempat goyang-goyang. Setelah dipastikan ke sekuriti area Plaza Segitiga, ternyata ada crane jatuh," kata Bagus, Sabtu (19/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagus menyebutkan material crane yang roboh yang menimpa tiang menutupi hampir separuh badan jalan. Akibatnya arus kendaraan hanya bisa mengalir melalui satu lajur saja.

ADVERTISEMENT

"Tadi saya sempat lihat, tersisa setengah badan jalan. Cuma bisa dilewati satu mobil secara bergantian," ujarnya.

Crane proyek di Surabaya roboh ke Jalan HR MuhammadCrane proyek di Surabaya roboh ke Jalan HR Muhammad Foto: Dok. Istimewa

Saksi di lokasi menduga crane tersebut sedang digunakan untuk proyek pemasangan paku bumi penahan jalan. Kecelakaan diduga dipicu oleh amblasnya fondasi pijakan alat berat tersebut.

"Kalau dari keterangan teman-teman di sekitar sini, pakan atau pijakan dari crane-nya ambrol atau longsor sedikit. Alatnya lalu terguling dan menimpa tiang listrik," tutur Bagus.

Informasi yang dihimpun detikJatim, crane yang roboh diketahui milik PT Jasamarga (Persero) TBK. Sub Wilayah Kerja Tol Surabaya - Gempol. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Anggota Satpol PP Kecamatan Sukomanunggal Dewi Budayana mengatakan penyebab robohnya crane diduga karena tanah longsor karena tak mampu menahan beban crane.

Sementara tiang listrik setinggi 10 meter yang tertimpa cane dan menutup jalan telah dievakuasi secara manual oleh petugas BPBD. Setelahnya arus lalu lintas pun lancar kembali.

"Dibongkar separuh, kurang lebih segitu ya (10 meter). Itu (dibongkar) pakai linggis, bongkar bareng-bareng ya dibantu teman-teman," ujar Dewi.



(abq/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads