Pemkab Kediri kembali melanjutkan pembangunan akses jalan menuju kawah Gunung Kelud pada 2026. Pembangunan jalan tersebut merupakan lanjutan pekerjaan yang dilakukan pada 2025.
Pembangunan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri sebagai tindak lanjut arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Jalan tersebut dibangun menggunakan struktur cor beton atau rigid pavement. Struktur itu dipilih karena dinilai lebih tahan terhadap kerusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pekerjaan telah kita mulai, penambahan jalan utama selebar 6 meter dengan panjang 243 meter," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama pada Jumat (18/9).
Pembangunan akses menuju kawah Gunung Kelud dilakukan secara bertahap. Pada pekerjaan tahun ini, jalan sepanjang 243 meter dibangun hingga titik akhir di depan area parkir ojek motor.
Pembangunan akses jalan tersebut ditujukan untuk mendukung sektor pariwisata. Selain itu, jalan diharapkan memudahkan akses petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam melakukan pemantauan rutin aktivitas Gunung Kelud.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Kediri juga menindaklanjuti simpang siur kabar mengenai aktivitas Gunung Kelud. Petugas BPBD berkunjung ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud untuk memastikan kondisi terkini.
"Berdasarkan hasil pemantauan hari Rabu, 9 September 2026 status Gunung Kelud masih berada di tingkat aktivitas Level 1 (normal)," terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto.
Pun tingkat aktivitas normal, masyarakat dan pengunjung yang berwisata diimbau mematuhi standar keamanan dengan tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius 1 kilometer.
