Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar angkat bicara usai puluhan siswa siswa luar biasa (SLB) mengaalami mual dan muntah usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinkes kini tengah menginvestigasi yang menyebabkan siswa dari dua sekolah yang mengalami gejala keracunan tersebut.
"Yang pertama kami memberikan penanganan sesuai keluhannya. Kemudian kami lakukan investigasi dan berkoordinasi dengan pengelola SPPG, Sekolah dan sebagainya sesuai dengan SOP," kata Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksomonowati Arlini saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan data Dinkes, Dissie menyebut ada sekitar 22 siswa yang mengalami gejala tersebut. Diantaranya yakni 10 siswa dari SLBN 1 Kota Blitar dan sisanya siswa dari SMP Al Muhafizhoh. Data tersebut tidak bertambah hingga hari ini, Kamis sore (17/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau yang sudah ditangani di Puskesmas dan beberapa layanan kesehatan lain, karena memang kapasitasnya di Puskesmas tidak cukup itu sekitar 22 anak. Sampai saat ini tidak ada laporan lagi, termasuk yang berkeluhan kemarin tidak ada laporan keluhan tambahan. Alhamdulillah (semuanya) berarti sembuh," terangnya.
Menurut Dissie, MBG dari kedua sekolah itu didistribusikan dari SPPG yang sama. Ada sekitar 1.400 lebih penerima manfaat dari SPPG tersebut, namun yang mengkonsumsi sekitar 1.029 orang. Sedangkan yang mengalami keluhan 22 orang/anak.
"Jadi kan harus kita lihat, telaah dulu dari sekian yang mengonsumsi itu berapa yang sakit, berapa yang tidak. Jadi kami juga harus membandingkan dari sekian yang mengonsumsi, sampel-sampelnya tadi kan juga harus dipastikan seberapa kontaminasinya karena respon tubuh masing - masing orang itu berbeda. Dan kami juga tidak bisa mengonsumsi atau men-judge oh ini langsung ada kontaminasi" jelasnya.
Hingga saat ini, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan uji laboratorium dari sample makanan yang belum dan sudah dimakan oleh siswa itu. Meskipun pihaknya memastikan puluhan siswa tersebut sudah dalam kondisi baik dan tidak dalam rawat inap di layanan kesehatan.
"Masih menunggu lab untuk uji samplenya, untuk menentukan penyebab pastinya. Kemudian untuk SPPGnya itu di luar kewenangan kami, jadi kami hanya menerima informasi saja. Yang jelas kami melaksanakan tugas sesuai SOP yang berlaku," tandasnya.
Sebelumnya, Sembilan siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami mual hingga muntah usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Beruntung, para siswa tidak mengalami kondisi serius dan telah dipulangkan dari layanan kesehatan.
Dugaan siswa keracunan MBG itu ramai dibahas di media sosial, seperti di Facebook dan Threads. Dalam video yang beredar, tampak seorang siswa dibawa ke dalam mobil. Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (16/9), di depan SLBN 1 Kota Blitar.
detikJatim mengkonfirmasi hal tersebut kepada Waka Sarpas SLBN 1 Kota Blitar, Yulia. Ia membenarkan adanya siswa yang dilarikan ke Puskesmas Kepanjenkidul tersebut.
"Kami meluruskan kejadian yang beredar di medsos itu tidak sepenuhnya benar. Karena memang dari pihak SPPG juga sudah proaktif mengawal kami dari awal, meminta sampel, lalu mendampingi di puskesmas dan di rumah sakit. Dari pihak Polres Blitar Kota juga sudah mendampingi, anak-anak alhamdulillah mendapatkan penanganan yang semestinya," terangnya saat ditemui detikJatim, Kamis (17/9/2026).
