9 Siswa SLB Kota Blitar Mual-Muntah Usai Konsumsi MBG

9 Siswa SLB Kota Blitar Mual-Muntah Usai Konsumsi MBG

Fima Purwanti - detikJatim
Kamis, 17 Sep 2026 11:50 WIB
SLB Kota Blitar yang siswanya diduga mengalami mual dan muntah usai konsumsi MBG
SLB Kota Blitar yang siswanya diduga mengalami mual dan muntah usai konsumsi MBG/Foto: Fima Purwanti
Blitar -

Sembilan siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami mual hingga muntah usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Beruntung, para siswa tidak mengalami kondisi serius dan telah dipulangkan dari layanan kesehatan.

Dugaan siswa keracunan MBG itu ramai dibahas di media sosial, seperti di Facebook dan Threads. Dalam video yang beredar, tampak seorang siswa dibawa ke dalam mobil. Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (16/9), di depan SLBN 1 Kota Blitar.

detikJatim mengkonfirmasi hal tersebut kepada Waka Sarpas SLBN 1 Kota Blitar, Yulia. Ia membenarkan adanya siswa yang dilarikan ke Puskesmas Kepanjenkidul tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami meluruskan kejadian yang beredar di medsos itu tidak sepenuhnya benar. Karena memang dari pihak SPPG juga sudah proaktif mengawal kami dari awal, meminta sampel, lalu mendampingi di puskesmas dan di rumah sakit. Dari pihak Polres Blitar Kota juga sudah mendampingi, anak-anak alhamdulillah mendapatkan penanganan yang semestinya," terangnya kepada saat ditemui detikJatim, Kamis (17/9/2026).

ADVERTISEMENT

Yulia menegaskan, para siswa sudah dalam kondisi baik saat ini. Para siswa tengah beristirahat di rumah masing-masing. Sebab, tidak ada siswa yang mendapat perawatan inap di puskesmas maupun di rumah sakit.

"Alhamdulillah anak-anak sekarang sudah sehat dan bisa istirahat. Tidak ada yang sampai menginap," katanya.

Menurut Yulia, ada sekitar sembilan siswa yang mengalami kondisi mual. Awalnya, MBG diantarkan sesuai dengan jadwal dan guru yang mencicipi tidak merasakan apapun. Namun, ada salah seorang siswa yang melapor sakit perutnya setelah memakan MBG itu.

"Kemarin (16/9) mungkin sekitar pukul 09.15 WIB, langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Kepanjenkidul. Lalu, ada beberapa tambahan lagi sekitar tujuh siswa. Nah karena Puskesmas UGD-nya terbatas, jadi ada yang dibawa ke RSUD Mardi Waluyo dan Klinik Siti Khodijah Kota Blitar," jelasnya.

Para siswa mendapatkan penanganan dari layanan kesehatan masing-masing sesuai dengan keluhannya. Menurutnya, siswa mengalami sakit perut.

Namun, ada juga yang tidak bisa menyampaikan keluhannya karena mengalami keterbatasan. Sehingga, siswa tersebut sempat pingsan dan mengalami muntah. Usai mendapatkan perawatan, siswa tersebut dipastikan dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang.

Ditanya soal menu MBG, Yulia tidak mengecek secara langsung. Namun, guru lainnya menyebut menu yang diberikan yakni kacang kapri, nasi, rolade telur, melon, dan tahu.

"MBG-nya datang sekitar pukul 08.30 WIB. Ada tulisannya kalau rentang maksimal dimakan pukul 11.00 WIB. Jadi setelah kejadian itu langsung ditarik semua (MBG)nya," tegasnya.

Terpisah, Wadir Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar drg Agus Saptoni membenarkan ada salah satu siswa dari SLB tersebut yang sempat dirawat. Siswa tersebut langsung mendapat penanganan secepatnya.

"Benar, jadi kemarin itu bukan pasien rujukan, tapi karena di Puskesmas itu bed-nya penuh, kemudian dibawa ke sini. Ada satu orang, sekitar pukul 12.00 WIB itu sudah boleh pulang, karena sudah kondisinya sudah baik dan sudah diobservasi," terangnya.

Agus menegaskan siswa tersebut dalam kondisi stabil setelah mendapatkan penanganan medis. Petugas hanya memastikan penanganan sesuai dengan kondisi pasien.

"Kalau indikasi (keracunan) mungkin saja, tapi nanti menunggu pemeriksaan hasil muntahannya seperti apa. Tapi kalau kami ini di Rumah Sakit tugasnya adalah menangani kondisi umum dari yang bersangkutan, pasien yang bersangkutan. Untuk observasi lebih lanjut nanti dinas terkait ya, yang mengambil sample-nya," tandasnya.



(dpe/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads