Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali terjadi. Hari ini, Kamis (17/9/2026), antrean kendaraan mengular hingga sekitar 10 kilometer dari kawasan utara pintu masuk Grand Watu Dodol hingga Pelabuhan ASDP Ketapang.
Kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang ini telah berlangsung hampir sebulan dengan panjang antrean yang fluktuatif, sekitar 4-12 kilometer.
Akibat kemacetan tersebut, ratusan kendaraan logistik yang hendak masuk Pelabuhan Ketapang tertahan hingga berjam-jam. Sejumlah sopir bahkan harus menghabiskan waktu hingga beberapa jam hanya untuk mencapai kantong parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasrukin, salah satu sopir kendaraan logistik pengangkut bahan bangunan, mengatakan dirinya rutin membawa muatan dari Situbondo menuju Banyuwangi setiap dua hari sekali. Namun, dalam perjalanan kali ini, dia kembali terjebak kemacetan panjang.
"Dua hari sekali saya bawa barang, sekali lancar dan sekarang kejebak macet lagi. Hari ini terparah," ungkap Nasrukin sembari duduk di atas aspal.
Nasrukin khawatir kemacetan tersebut berlangsung hingga berbulan-bulan, terlebih Pelabuhan ASDP Ketapang saat ini tengah melakukan revitalisasi dermaga.
"Bagaimana kalau sampai berbulan-bulan ini? Kami pasti merugi secara ekonomi," jelasnya lebih lanjut.
Keluhan serupa disampaikan Agus, sopir logistik yang juga terdampak kemacetan. Dia mengaku sudah terjebak antrean sejak Kamis dini hari.
Perjalanan dari Watudodol menuju kantong parkir Bulusan yang biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, kali ini harus ditempuh hingga berjam-jam.
"Saya semalam, jam 1 dini hari masuk Bulusan jam 7 pagi dan ini belum masuk kapal," paparnya.
Agus mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kemacetan. Namun, kondisi tersebut membuat pengeluarannya bertambah karena harus menunggu lama di perjalanan.
Dalam sehari, dia memperkirakan pengeluaran untuk makan bertambah sekitar Rp 120 ribu. Beruntung, perusahaan tempatnya bekerja mengganti biaya tambahan bahan bakar minyak (BBM) akibat lamanya waktu perjalanan.
"Gak tahu ini macet kenapa, tapi ini sudah sebulan terjadi dan saya harus nambah pengeluaran sampai Rp 120 ribuan," ungkap Agus.
Agus berharap kondisi tersebut segera berakhir seiring upaya optimal yang dilakukan otoritas terkait untuk mengurai kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
(auh/abq)
