60 Personel Polda Jatim Siaga 24 Jam Urai Kemacetan Ketapang

60 Personel Polda Jatim Siaga 24 Jam Urai Kemacetan Ketapang

Eka Rimawati - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 17:30 WIB
Petugas Satlanatas Polresta Banyuwangi saat mengatur lalu lintas di pertigaan KP3 Banyuwangi
Petugas Satlanatas Polresta Banyuwangi saat mengatur lalu lintas di pertigaan KP3 Banyuwangi. (Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur mengerahkan 60 personel dan 30 unit sepeda motor untuk membantu Polresta Banyuwangi mengurai kemacetan panjang di sekitar Pelabuhan Ketapang. Personel juga diperkuat dengan Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari sejumlah polres sekitar.

Kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang telah berlangsung lebih dari sepekan. Ekor antrean kendaraan yang sempat mencapai 8-9 kilometer pada malam hari berhasil dipangkas menjadi sekitar 1,7 kilometer pada pagi hari ini.

Namun, kepadatan kembali meningkat pada siang hari hingga ekor antrean melebihi 5 kilometer. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kepolisian menerapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama 24 jam secara non-stop.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kita utamakan adalah tidak ada kendaraan yang ngeblong. Kalau sampai ngeblong nanti ngunci," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Rahmat Hakim, Minggu (6/9/2026).

Pengamanan tersebut dibagi menjadi empat shift. Petugas disiagakan untuk mengatur pergerakan kendaraan sekaligus mencegah terjadinya penyerobotan jalur yang dapat memperparah antrean.

ADVERTISEMENT

Selain mengatur antrean, personel juga rutin melakukan patroli mobilitas. Patroli dilakukan untuk memastikan kendaraan yang membutuhkan prioritas darurat, seperti ambulans maupun warga yang memerlukan bantuan medis, tetap dapat melintas.

Kepolisian memastikan pengamanan intensif akan terus dilakukan hingga panjang antrean kendaraan di kawasan Ketapang menyusut di bawah 2 kilometer.

Upaya mempercepat penguraian antrean juga dilakukan bersama Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Sinergi tersebut dilakukan melalui optimalisasi bantuan armada kapal serta penerapan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Skema itu diharapkan dapat mempercepat pergerakan kendaraan dari dan menuju Pelabuhan Ketapang.

Kepolisian memprediksi potensi kemacetan masih dapat berlangsung hingga dua pekan ke depan. Karena itu, pengguna jalan diminta menyesuaikan rute perjalanan.

Untuk kendaraan penumpang pribadi, masyarakat disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Jember guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama menuju Ketapang.

Sementara itu, kendaraan berat atau truk logistik tetap diarahkan melalui rute yang telah direkayasa petugas. Pengaturan tersebut mempertimbangkan keterbatasan alur pada tanjakan Jalur Gumitir.

Masyarakat yang mengalami kondisi darurat di sepanjang jalur antrean juga diminta segera menghubungi petugas kepolisian terdekat. Petugas disiagakan selama 24 jam untuk memberikan bantuan dan memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads