Tangis keluarga pecah saat peti jenazah Imam Soeparno (66) tiba di rumah duka di Jalan Sememi Jaya Gang 4, Surabaya. Imam, salah satu korban meninggal dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8, akhirnya kembali ke rumah setelah sebelumnya berulang kali menyeberang antarpulau untuk mencari nafkah.
Imam dikenal keluarga sebagai sosok pekerja keras. Di usia 66 tahun, dia masih bekerja sebagai mekanik sekaligus kernet truk dan kerap bepergian dari Surabaya ke luar pulau demi mendapatkan penghasilan.
Kepergiannya dalam tragedi KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka sekaligus kisah perjuangan panjang bagi keluarga yang ditinggalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga awalnya mengetahui kabar kecelakaan KM Virgo Transport 8 dari media sosial. Syamsi, adik Imam, kemudian mendatangi posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk memastikan informasi mengenai identitas korban.
"Itu saya dapat berita dari dari HP itu, medsos iya. Terus habis gitu saya ngecek di (Pelabuhan Tanjung) Perak di posko itu habis gitu saya cocok-cocokkan," kata Syamsi, Kamis (17/9/2026).
Namun, keluarga saat itu masih belum sepenuhnya percaya Imam menjadi salah satu korban. Sebab, sejumlah barang identitas miliknya disebut masih dalam kondisi utuh. Nomor telepon Imam juga masih dapat dihubungi.
"Saya sebelumnya memang kurang percaya. Masalahnya kan KTP apa itu kan masih utuh gitu loh. Terus ada nomor HP apa itu kok masih bisa dihubungi," tuturnya.
Untuk memastikan identitas, Syamsi kemudian meminta foto jenazah Imam.
"Saya itu kurang yakin, habis gitu saya minta minta dengan secara agak memaksa, minta foto kakak saya itu," tuturnya.
Jenazah Imam akhirnya tiba di rumah duka pada Rabu (16/9) pagi. Peti jenazah disambut keluarga yang telah menunggu di rumah di Jalan Sememi Jaya Gang 4, Surabaya.
Suasana haru pecah ketika keluarga melihat kedatangan jenazah Imam. Sejumlah anggota keluarga menangis sambil memeluk peti jenazah sebelum Imam disemayamkan.
Setelah disemayamkan dan disalatkan oleh puluhan pelayat serta warga sekitar, jenazah Imam kemudian dibawa ke TPU Babat Jerawat, Surabaya, untuk dimakamkan pada hari yang sama.
Bagi keluarga, Imam merupakan sosok pekerja keras. Dia tetap menjalani pekerjaannya meski telah berusia 66 tahun.
Adik Imam, Syamsi, mengatakan kakaknya sebelumnya bekerja di Surabaya. Namun, karena peluang penghasilan dinilai mulai berkurang, Imam memilih mengambil pekerjaan hingga ke Kalimantan.
"Dia itu bekerja, asalnya bekerja di Surabaya, berhubung di Surabaya itu kemungkinan agak berkurang pendapatannya, dia ada pekerjaan di Kalimantan, ke sana. Ke Kalimantan," kata Syamsi.
Imam bekerja sebagai mekanik sekaligus kernet truk. Setelah menyelesaikan pekerjaan di Kalimantan dan kembali ke Surabaya, dia dapat kembali berangkat apabila mendapat pekerjaan lain.
"Habis dari Kalimantan pulang lagi ke Surabaya. Habis gitu dipanggil lagi, disuruh ada pekerjaan di sana, kembali sana lagi. Sebagai kernet bisa, mekanik juga bisa," tuturnya.
Cucu Imam, Elvira, juga menceritakan pekerjaan sang kakek sebagai kernet. Menurutnya, Imam tidak terikat pada satu perusahaan karena mengikuti sopir yang membutuhkan jasanya.
"Kakek itu dia enggak ikut di satu perusahaan, dia ikut sopir. Jadi sebenarnya kalau ditanya sopirnya siapa, ya enggak tahu. Cuma dikabari kalau mau ke sini, begitu saja," katanya.
Sebelum berangkat, Imam sempat memberi tahu keluarga mengenai perjalanan yang akan dijalaninya. Ia juga menyampaikan bahwa kapal yang akan ditumpanginya mengalami pergantian menjadi KM Virgo Transport 8.
"Terus setelah itu kakek pamit, bilangnya 'nanti cuma satu PP (pulang pergi) saja'. Terus saya tanya kenapa, dijawabnya 'gak apa', sudah itu pesan terakhirnya," pungkasnya.
Perjalanan tersebut kemudian berakhir dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9).
Kapal tersebut mengangkut 243 orang. Berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam informasi keluarga, 114 korban telah dievakuasi, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih belum ditemukan.
Gubernur Khofifah saat takziah ke rumah keluarga korban KM Virgo Transport 8. Foto: Istimewa |
Khofifah Takziah ke Rumah Keluarga Imam
Sehari setelah Imam dimakamkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendatangi rumah keluarga Imam pada Kamis (17/9/2026). Khofifah datang bersama Kepala Dinas Sosial Jatim dan Kalaksa BPBD Jatim.
Khofifah menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Bapak Imam Soeparno, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo di wilayah Masalembu," ujar Khofifah, Kamis (17/9/2026).
Khofifah juga mendoakan agar seluruh dosa dan kekhilafan Imam diampuni, amal ibadahnya diterima, serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Allah SWT, amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah. Amin," tuturnya.
Selain memberikan santunan, Khofifah memastikan Pemprov Jatim akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Salah satu perhatian yang diberikan berkaitan dengan keberlanjutan pendidikan keluarga yang ditinggalkan Imam.
Khofifah menyebut ada dua cucu Imam yang masih membutuhkan akses pendidikan, yakni Rafha Ivander Adinata (17) dan Rakha Putra Novianto (19). Keduanya akan didampingi untuk melihat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Surabaya.
"Ketika tadi saya menyampaikan bisa ke Sekolah Rakyat Terintegrasi, rupanya belum terkonfirmasi bagaimana cara mengaksesnya. Oleh karena itu, nanti Bu Kadinsos saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi," jelasnya.
Khofifah berharap kedua cucu Imam dapat segera mengikuti proses pembelajaran di SRT Surabaya karena keduanya berdomisili di Kota Surabaya.
"Mudah-mudahan kedua ananda ini segera bisa mengikuti proses pembelajaran. Karena tinggal di Surabaya, maka kita arahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya," katanya.
Pendampingan tidak hanya berkaitan dengan pendidikan. Pemprov Jatim juga membuka akses penguatan ekonomi keluarga Imam melalui Baznas Jatim.
Bantuan yang ditawarkan antara lain berupa rombong usaha dan program zakat untuk membantu menambah pendapatan keluarga.
"Saya juga menyampaikan kepada Bu Novi, sebenarnya ada akses ke Baznas Jawa Timur untuk bisa menambah sumber income keluarga. Ada rombong, ada zakat, dan seterusnya," unhkapnya.
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim juga terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap warga Jawa Timur yang menjadi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.
"Untuk warga Jawa Timur yang sudah teridentifikasi wafat, Bu Kadinsos beserta tim akan melanjutkan takziah kepada keluarga korban," imbuhnya.
Terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8, Khofifah mengatakan investigasi dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kronologi serta faktor penyebab kecelakaan.
Khofifah juga berharap proses pencarian dan evakuasi terhadap korban yang masih berlangsung dapat berjalan lancar.
"Tentu kita berharap seluruh proses evakuasi yang masih terus dilakukan semuanya berjalan lancar dan bisa memberikan kabar baik bagi keluarga, terutama yang anggota keluarganya mengikuti pelayaran KM Virgo beberapa hari yang lalu," bebernya.
Sementara itu, Elvira mewakili keluarga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Khofifah. Menurutnya, bantuan pendidikan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan keluarga setelah kepergian Imam.
"Terima kasih buat Ibu Gubernur karena sudah membantu keluarga kakek kami, terima kasih banyak atas bantuannya, adik-adik saya mau dimasukkan ke sekolah yang layak, karena sebelumnya kan tinggal jauh dari orang tua," kata Elvira.
Simak Video "Video: Penumpang KM Bukit Siguntang Hilang Usai Terjatuh, Tim SAR Cari"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

