Isak tangis pecah di rumah duka Nurul Rian Hidayat (33), ABK KM Virgo Transport 8 yang menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kapal di perairan Masalembo. Jenazah Rian akhirnya tiba di rumah keluarganya di Desa Teja Timur, Pamekasan, Rabu (16/9/2026) siang dan disambut tangisan sang istri yang tengah mengandung enam bulan.
Mobil yang membawa jenazah Rian berhenti di depan rumah duka. Peti jenazah berwarna biru yang membawa Rian sempat diperlihatkan kepada keluarga sebelum kemudian dibawa ke masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah untuk disalatkan.
Istri Rian, Azimatul Munirah, tak mampu membendung kesedihan saat melihat peti jenazah suaminya. Sambil menangis, dia terus memanggil Rian dan mengelus perutnya yang tengah mengandung anak mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayah... Ayah...!" teriak Azimatul di tengah suasana duka.
Sejumlah keluarga kemudian memeluk dan berusaha menenangkan Azimatul. Tangisan juga pecah dari keluarga dan warga yang berkumpul menyambut kedatangan jenazah Rian.
Salat jenazah kemudian dilaksanakan di masjid dekat rumah duka. Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang hadir dalam prosesi tersebut menjadi imam salat jenazah.
Setelah disalatkan, peti jenazah Rian kembali dibawa ke rumah duka. Tangis Azimatul kembali pecah ketika harus menerima kenyataan bahwa suaminya telah pergi dan tidak akan lagi berkumpul bersama keluarga.
Kesedihan semakin terasa ketika anak Rian, Arin, ikut menangis melihat kerumunan keluarga di sekitar peti jenazah. Azimatul kemudian menggendong anaknya dan membawanya mendekati peti jenazah sang ayah.
Di hadapan peti jenazah suaminya, Azimatul berusaha menenangkan Arin yang masih berusia sekitar 1 tahun 7 bulan dan belum memahami kepergian ayahnya.
"Ayah lagi bobok, nak," ucap Azimatul sambil menggendong Arin di depan peti jenazah suaminya.
Video Call Jadi Komunikasi Terakhir
Beberapa jam sebelum KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan, Rian masih sempat berkomunikasi dengan istri dan anaknya melalui panggilan video. Komunikasi yang berlangsung sekitar pukul 00.00 WIB pada Minggu (13/9/2026) itu kemudian menjadi percakapan terakhir Rian dengan keluarganya.
Saat panggilan video berlangsung, Rian masih terlihat tersenyum dan bercanda bersama istri serta anaknya. Dia juga mengatakan kepada keluarga bahwa kondisinya baik-baik saja.
Namun, ada satu hal yang kemudian terus diingat keluarga. Sebelum mengakhiri panggilan video, Rian sempat melambaikan tangan kepada istri dan anaknya.
"Rian sempat melambaikan tangan saat akan mengakhiri telepon. Tidak biasanya begitu. Kata istrinya, korban melambaikan tangan," tutur Yanti, pihak keluarga Rian.
Dalam komunikasi tersebut, Rian juga tidak menceritakan adanya persoalan di kapal tempatnya bekerja. Karena itu, keluarga tidak menaruh kecurigaan maupun kekhawatiran terhadap kondisi Rian saat itu.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Rian mulai tidak dapat dihubungi. Keluarga berulang kali mencoba menelepon, tetapi sambungan tidak kunjung tersambung.
Keluarga yang belum mengetahui adanya musibah kemudian berusaha mencari informasi mengenai keberadaan Rian dari berbagai pihak. Salah satu informasi datang dari warga sekitar yang juga bekerja di bidang pelayaran.
Keluarga Sempat Tak Percaya Rian Jadi Korban
Dari informasi tersebut, keluarga kemudian menerima foto jenazah yang disebut memiliki kemiripan dengan Rian. Meski demikian, keluarga belum percaya bahwa sosok dalam foto tersebut merupakan Rian dan tetap berharap dia ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepastian mengenai nasib Rian baru diperoleh keluarga pada Senin (14/9/2026) siang. Saat itu, nama Nurul Rian Hidayat tercantum dalam daftar korban KM Virgo Transport 8.
Kabar tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga. Mereka kemudian menggelar pengajian dan doa bersama sembari menunggu proses evakuasi, identifikasi, dan pemulangan jenazah Rian ke Pamekasan.
Suasana duka telah terlihat di rumah keluarga Rian sejak Rabu pagi sebelum jenazah tiba. Dua tenda terpasang di depan rumah, sementara sejumlah warga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), turut mendatangi rumah duka dengan membawa bantuan logistik bagi keluarga korban.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal jenis Ro-Ro tersebut mengalami kecelakaan di perairan Masalembo setelah kehilangan kontak pada Minggu (13/9/2026).
Kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Selain itu, KM Virgo Transport 8 mengangkut 89 unit kendaraan.
Dalam proses evakuasi, sejumlah penumpang dan awak kapal berhasil ditemukan. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, sebanyak 97 orang dilaporkan selamat, sedangkan enam orang ditemukan meninggal dunia, termasuk Rian.
Setelah melalui proses evakuasi dan identifikasi, jenazah Rian akhirnya dipulangkan ke Pamekasan pada Rabu (16/9/2026). Jenazah kemudian disalatkan sebelum dibawa ke tempat pemakaman umum di kawasan Jalan Duwek, Jalan Raya Teja, Pamekasan, untuk dimakamkan.
Simak Video "Video: Kesaksian Para Penumpang Soal Tenggelamnya Kapal Virgo"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
