Delapan Siswa SDN Kampung Dalem 3 Kediri Diduga Keracunan MBG

Delapan Siswa SDN Kampung Dalem 3 Kediri Diduga Keracunan MBG

Andhika Dwi - detikJatim
Kamis, 17 Sep 2026 16:30 WIB
Sejumlah siswa SD negeri di Kediri diduga keracunan MBG,
Sejumlah siswa SD negeri di Kediri diduga keracunan MBG dirawat di rumah sakit. (Foto: Istimewa)
Kediri -

Diduga alami keracunan makanan Delapan siswa SDN Kampung Dalem 3, Kota Kediri, mengalami keluhan pusing, mual hingga muntah setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026).

Dari sembilan siswa tersebut, tiga di antaranya dirujuk ke RSUD Gambiran untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara siswa lainnya mendapat penanganan di Puskesmas.

Guru kelas 6 SDN Kampung Dalem 3, Eni Sulistyawati, mengatakan siswa yang mengalami keluhan berasal dari kelas 3, 4, 5, dan 6.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keluhannya perut panas, kemudian mual terus muntah. Dari sembilan anak itu, delapan mengalami keluhan yang sama, sedangkan satu hanya pusing," kata Eni kepada detikJatim, Kamis (17/9/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, makanan MBG tersebut disantap siswa sekitar pukul 09.20 WIB. Adapun menu yang diberikan terdiri dari nasi putih, chicken katsu, edamame, sayur kari, dan melon.

Sejumlah siswa SD negeri di Kediri diduga keracunan MBG,Menu MBG yang diduga membuat sejumlah siswa SD negeri di Kediri diduga keracunan. (Foto: Istimewa)

"Kalau dari saya, tadi itu buahnya sama ayam. Ayamnya itu sudah agak berbau. Sama buahnya juga," imbuhnya.

Sementara itu, petugas sanitasi lingkungan Puskesmas Kota Utara, Endik, mengatakan pihaknya mendapat informasi dari Dinas Kesehatan terkait dugaan keracunan tersebut. Ia kemudian ditugaskan mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.

"Sampel yang saya amankan ada buah, ayam, sayur, sama nasi putih. Ada lima (sampel). Nanti rencananya diperiksakan ke laboratorium," katanya.

Endik menyebutkan bahwa berdasarkan informasi awal ada 8 siswa yang mengalami keluhan. Tiga siswa di antaranya dirujuk ke rumah sakit, sedangkan lainnya mendapatkan penanganan di Puskesmas.

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami siswa. Sampel makanan akan diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya kandungan yang berkaitan dengan dugaan keracunan.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads