Puncak Gunung Wilis Membara Bikin Petugas dan Warga Siap Siaga

Round Up

Puncak Gunung Wilis Membara Bikin Petugas dan Warga Siap Siaga

Amir Baihaqi - detikJatim
Kamis, 17 Sep 2026 06:14 WIB
Kebakaran di Puncak Gunung Wilis dilihat dari wilayah Nganjuk
Kebakaran di Puncak Gunung Wilis dilihat dari wilayah Nganjuk (Foto: Dok. Istimewa)
Nganjuk -

Kebakaran terjadi di puncak Gunung Wilis wilayah Nganjuk dan Ponorogo. Visual titik api terpantau oleh BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, Rabu (16/9/2026) pukul 19.16 WIB.

Prakirawan BMKG Nganjuk, Setiyaris menyampaikan, pergerakan api terpantau mengarah ke timur dan barat, menuju wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Saat ini, posisi api masih relatif jauh dari kawasan permukiman penduduk. Meskipun demikian, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai," tulis Setiyaris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, vegetasi kering dapat menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Sementara perubahan arah dan kecepatan angin sewaktu-waktu dapat memengaruhi arah serta kecepatan penyebaran api.

"Cuaca cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan sekitar 5 km/jam dan suhu udara sekitar 22°C," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Setiyaris meminta masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan lereng Gunung Wilis, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi dari petugas terkait.

"Hindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran terbuka di sekitar kawasan yang vegetasinya sedang kering," tandasnya.

Sebelumnya pada siang hari, BMKG Nganjuk memantau ada 46 titik panas (hotspot) di puncak Gunung Wilis, wilayah perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo.

"Sebaran tersbeut meliputi 8 titik di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk. Sedangkan di wilayah Kabupaten Ponorogo, ada 24 titik di Desa Banaran, Kecamatan Pulung; dan 14 titik di Desa Krisik, Kecamatan Pudak," beber Setiyaris.

Sementara BPBD Kabupaten Nganjuk telah melakukan monitoring terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut. Namun BPBD belum dapat memastikan objek yang terbakar.

"Belum bisa memastikan apa yang terbakar. Masih koordinasi," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono.

Meski jauh dari pemukiman, warga dan petugas siaga penuh sejak pukul 21.20 WIB. "Lokasinya (kebakaran) jauh dari pemukiman kami. Tapi warga di sini tetap standby," ungkap Nyuwito, Jogoboyo Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Nganjuk.

Menurut Nyuwito, lokasi yang terbakar berada jauh di atas Wisata Air Terjun Sedudo. Artinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu berada di Puncak Gunung Wilis.

"Semoga cuaca bersahabat. Sehingga api tidak sampai merembet ke bawah," harapnya.

Tidak hanya warga, personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk bersama TNI, Polri, LMDH dan Perhutani hingga relawan bersiaga di sekitar pemukiman warga.

"Kami sudah siagakan personel di sana. Bersama unsur lain, Polri, TNI, LMDH dan KPH Kediri," jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono kepada detikJatim.

Menurut Wicaksono, personel gabungan itu disiagakan untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak merembet ke pemukiman warga.

"Untuk jarak titik api dari pemukiman warga saat ini sekitar 15 kilometer," terangnya.

Titik yang terbakar yang berada di puncak gunung, membuat proses pemadaman sulit dilakukan. Personel gabungan terpaksa harus berjalan kaki, karena jalur menuju lokasi tidak dapat diakses kendaraan.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads