Kekeringan Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 21:30 WIB
Ilustrasi. Petugas BPBD Ponorogo menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (Foto: Istimewa)
Ponorogo -

Kekeringan di Ponorogo meluas. BPBD Ponorogo mencatat ada 5 desa yang saat ini masuk dalam penanganan dampak kekeringan. Ada satu desa tambahan yang saat ini masih menjalani asesmen kebutuhan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan 5 desa itu tersebar di sejumlah kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Desa Karangpatihan dan Dungus di Kecamatan Pulung, Desa Munggu di Kecamatan Bungkal, Desa Sidoharjo dan Sidowayah di Kecamatan Jambon, serta Gelangkulon di Kecamatan Kroyan.

"Yang jelas kebutuhannya dirigen sama tandon," kata Masun saat menjelaskan kebutuhan penanganan kekeringan di wilayah Ponorogo, Rabu (16/9/2026).

Masun menambahkan, Desa Caluk di Kecamatan Slahung kini juga mulai masuk dalam pemetaan penanganan kekeringan. Namun, BPBD masih melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan warga di wilayah itu.

"Berarti lima. Tapi hari ini untuk Caluk masih asesmen, kebutuhannya apa? Yang jelas kebutuhannya jeriken sama tandon," ujarnya.

Berdasarkan surat permohonan bantuan yang diterima BPBD, sekitar 10 kepala keluarga atau 30 jiwa di Desa Caluk terdampak kekeringan. Jumlah itu masih akan diverifikasi lebih lanjut melalui asesmen lapangan.

"Kalau dari surat kemarin yang terdampak sekitar 10 KK-an. 10 KK, 30 orang," jelas Masun.

Menurut Masun, kekeringan di Desa Caluk bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa juga dialami warga di lokasi yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, penanganan tahun lalu dilakukan oleh kelompok relawan Driver Ponorogo Selatan.

"Caluk tahun-tahun kemarin sudah. Sama, di lokasi yang sama. Cuma tahun kemarin Caluk itu menjadi ranahnya Driver Ponorogo Selatan," ungkapnya.

BPBD Ponorogo memastikan penanganan kekeringan tetap dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan dan mitra lainnya. Bantuan untuk Desa Caluk nantinya akan dikoordinasikan sesuai hasil asesmen dan pembagian tugas dengan kelompok relawan.

"Berapa pun BPBD Ponorogo mampu karena kan tidak sendiri, ada mitra-mitra lain," tegas Masun.

Di tengah ancaman kekeringan yang meluas, BPBD Ponorogo juga mengusulkan penambahan armada tangki air bersih. Saat ini, BPBD memiliki tiga tangki, tetapi satu di antaranya dinilai tidak lagi optimal karena kondisi kendaraan yang sudah tua dan mengalami kebocoran.

"Kita minta bantuan kalau ada sih satu tangki karena kita punya tiga, yang satu tidak maksimal kerjanya karena sudah bocor-bocor dan truknya tua," kata Masun.

Ia berharap ada peremajaan satu unit tangki dengan kapasitas minimal 5.000 liter. Armada tersebut diperlukan untuk menggantikan tangki lama yang kondisinya sudah tidak layak beroperasi secara optimal.

"Kalau ada peremajaan kira-kira butuh satu saja untuk mengganti yang kapasitas 5.000 liter yang tidak layak," pungkasnya.



Simak Video "Video: 10 Wilayah Tertinggi Kekeringan, Kabupaten di Pulau Jawa Mendominasi"

(abq/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork