Ini Sebab MBG di Jombang Terkontaminasi 2 Bakteri Picu Keracunan Massal

Ini Sebab MBG di Jombang Terkontaminasi 2 Bakteri Picu Keracunan Massal

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 20:00 WIB
SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta distributor MBG yang racuni ratusan siswa SMPN Kabuh Jombang
SPPG Mangunan, penyedia MBG yang bikin ratusan siswa SMPN Kabuh Jombang keracunan. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Sebanyak 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh, Jombang keracunan karena MBG yang mereka santap terkontaminasi bakteri e coli dan bacillus cereus. Kontaminasi 2 jenis bakteri tersebut terjadi akibat pengolahan makanan di SPPG yang tidak higienis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kandungan bakteri e coli melebihi batas aman di udang saus padang. Yaitu mencapai 120 CFU per Gram.

Udang saus padang bagian dari menu MBG yang disantap para korban keracunan massal di SMPN 1 Kabuh. Menurutnya, e coli berasal dari air galon isi ulang yang dipakai SPPG Mangunan memasak MBG. Bakteri ini bisa berkembang biak pada suhu maksimal 50° Celcius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kontaminasi e coli biasanya terjadi pada proses pencucian bahan pangan, atau omprengnya juga bisa terkontaminasi e coli juga. Bisa juga setelah pencucian, kemudian (ompreng) diisi makanan. Saat masih panas ditutup sehingga e coli cepat berkembang," jelasnya kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Tidak hanya itu, nasi yang disantap para korban keracunan juga terkontaminasi bacillus cereus, bakteri penyebab keracunan. Menurut dr Hexawan, bakteri jenis ini secara alami berada di tanah.

ADVERTISEMENT

Sehingga kontaminasi bisa terjadi akibat relawan SPPG Mangunan yang kurang menjaga kebersihan ketika memasak nasi. Sehingga membawa spora bacillus cereus. Bisa juga karena pencucian beras yang tidak higienis.

"Bisa juga nasi yang telah dimasak dibiarkan pada suhu ruangan dalam waktu yang lama dan tidak segera dikonsumsi juga menyebabkan berisiko timbulnya bacillus cereus pada nasi," terangnya.

Sebelumnya, keracunan massal ini terbongkar pada Kamis (3/9) pagi. Cukup banyak siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami diare di tengah jam pelajaran. Keluhan mereka antara lain sakit perut, diare, mual, muntah dan pusing.

Mereka mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Rabu (2/9) siang. MBG dari SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta itu berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.

Data terbaru yang dirilis Dinkes Jombang, total 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh keracunan MBG. Dari jumlah itu, 175 siswa dan guru pulih karena melakukan pengobatan mandiri pada Rabu (2/9). Sedangkan 85 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan karena masih sakit perut, diare, pusing, mual, dan muntah pada Kamis (3/9).

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. Artinya, tidak semua siswa dan guru keracunan setelah memakan MBG tersebut.

Penyebab keracunan massal ini pun terungkap dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dari SPPG Mangunan. Sampel yang diperiksa meliputi nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli. Termasuk sampel air galon isi ulang yang digunakan memasak MBG.

Kandungan bakteri e coli di air galon isi ulang tidak terlalu tinggi. Kandungan e coli melebihi batas aman justru ditemukan di udang saus padang. Yaitu mencapai 120 CFU per Gram.

Kelebihan e coli di dalam perut para korban selanjutnya menyebabkan sakit perut, mual, muntah, demam dan diare. Tidak hanya itu, nasi pada MBG yang disantap para siswa juga mengandung bacillus cereus, bakteri penyebab keracunan.



(abq/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads