Tuntutan mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya agar Rektor Prof Akh. Muzakki mundur, akhirnya dimediasi pihak kampus. Namun, audiensi belum menghasilkan keputusan akhir karena mahasiswa masih meminta penjelasan dan ruang dialog langsung dengan Muzakki.
Audiensi tersebut diikuti Wakil Presiden BEM Universitas, Fadlurrakhman Fazle Purwardana alias Ale. Mahasiswa berdialog dengan Wakil Rektor 3 Prof Abdul Muhid, serta Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UINSA Mochamad Farid Syihabuddin.
Dalam audiensi, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan dan persoalan yang mereka soroti selama satu periode kepemimpinan Muzzaki. Persoalan tersebut di antaranya berkaitan dengan kurikulum dan mata kuliah yang dinilai mahasiswa mulai menghilangkan esensi ke-UIN-an, persoalan dana, serta sejumlah hak mahasiswa yang dinilai belum terpenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa juga menyoroti persoalan yang dialami mahasiswa baru. Mereka menyinggung keterlambatan jas almamater, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), hingga kebutuhan akademik mahasiswa yang belum diterima.
"Yang menjadi perhatian kami, mahasiswa baru saja sudah merasakan dampak dari persoalan-persoalan ini. Hak-hak mereka seperti KTM dan jas almamater saja masih mengalami kendala, padahal mereka sudah membayar UKT," ujar Ale saat audiensi.
Persoalan tersebut makin dipertanyakan karena kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap berjalan, sementara sejumlah fasilitas dan kebutuhan mahasiswa justru mengalami kendala.
Terkait KTM, pihak kampus menjelaskan bahwa proses pencetakan sedang berlangsung. Sementara mengenai keterlambatan jas almamater, pihak kampus menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pihak tender.
Namun, penjelasan dari pihak kampus belum sepenuhnya membuat mahasiswa puas. Mahasiswa menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
Dalam audiensi itu, mahasiswa juga menyinggung persoalan yang berkaitan dengan Muzzaki, yang sebelumnya disebut telah dimintai keterangan terkait perkara dugaan suap.
Mahasiswa ingin mendapatkan penjelasan langsung dari Muzzaki soal kasus-kasus tersebut. Mereka juga ingin memastikan tuntutan yang disampaikan tidak berhenti pada audiensi dengan perwakilan kampus.
Namun, audiensi tersebut buntu. Hingga kini, mahasiswa masih menunggu ruang dialog langsung dengan Muzzaki untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Sebelumnya, aksi di depan Gedung Rektorat UINSA sempat memanas. Mahasiswa melakukan aksi bakar-bakar hingga geber motor. Selain itu, terdapat pot bunga yang pecah dan diletakkan di depan kaca pintu masuk Gedung Rektorat.
