Keanggotaan Achmad Hidayat di PDI Perjuangan (PDIP) resmi berakhir setelah DPP PDIP menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap kader DPC PDIP Surabaya tersebut. Pemecatan itu menjadi sorotan setelah Achmad diketahui berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Saat itu, Achmad kemudian menyuarakan usulan agar status keanggotaan Jokowi di PDIP direhabilitasi. Sementara itu, partai memberikan penjelasan bahwa ada sejumlah persoalan lain yang menjadi dasar keputusan pemecatan tersebut.
Keputusan pemecatan Achmad tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 4 September 2026 dan ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri serta Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Berikut fakta-fakta soal pemecatan Achmad Hidayat dari PDIP:
1. Achmad Hidayat berkunjung ke rumah Jokowi Juli 2026
Achmad Hidayat mengakui dirinya berkunjung ke kediaman Jokowi sekitar Juli 2026, setelah berziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo. Ia menyebut, kedatangannya dilakukan atas inisiatif pribadi tanpa menggunakan atribut partai.
"Betul. Saya ke rumah Jokowi itu kurang lebih bulan Juli. Hanya silaturahim, lalu saya posting di Instagram. Nah, tidak lama setelah itu, bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP, sehingga saya dipanggil oleh DPP," ujar Hidayat.
2. Pertemuan dengan Jokowi hanya silaturahmi
Dalam pertemuan tersebut, Achmad mengaku berbincang langsung dengan Jokowi mengenai sejumlah hal, termasuk keharmonisan hubungan kebangsaan dan hubungan Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya (Jokowi) 'Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu.' Nah, hanya ngobrol itu aja yang saya ungkapkan ke DPP," ceritanya.
3. DPC PDIP Surabaya mengusulkan pemecatan
Foto pertemuan Achmad dengan Jokowi kemudian diunggah ke media sosial, dan tidak lama setelah itu DPC PDIP Surabaya mengusulkan pemecatan Achmad kepada DPP PDIP. Achmad menyebut dirinya datang menemui Jokowi dengan pakaian biasa dan tanpa atribut partai karena kunjungan tersebut merupakan inisiatif pribadinya.
"Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri," ujarnya.
Achmad selanjutnya dipanggil untuk menjalani sidang Komite Etik dan Disiplin PDIP pada 26 Agustus 2026. Dalam proses tersebut, ia mengaku ditanya mengenai sejumlah persoalan, termasuk dugaan adanya langkah politik lain berupa rencana kepindahan dirinya ke PSI.
Achmad membantah adanya pembicaraan mengenai perpindahan partai dan kembali menegaskan bahwa kedatangannya ke rumah Jokowi hanya untuk bersilaturahmi.
"Sampai saat ini belum ada dan tidak ada pembicaraan perihal itu. Wong kita itu hanya silaturahmi biasa. Lah saya ini loh siapa? Cuma kader biasa, sudah dua tahun digitu-gitukan terus," jelasnya.
Simak Video "Video: Tanggapan Kader PDIP Surabaya Dipecat Usai Bertemu Jokowi"
(irb/hil)