Ratusan pelajar jenjang sekolah menengah beradu di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang final OSN 2026 digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai 14-20 September 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Suharti mengatakan, seleksi OSN tahun 2026 diikuti hampir sebanyak 1 juta pendaftar. Mulai jenjang sekolah dasar hingga menengah atas di seluruh Indonesia.
"Khusus untuk pendidikan menengah saja, pendaftarnya tahun ini mencapai 297.955 atau naik 12,3% dari tahun lalu dengan pendaftar sebanyak 265.251," ungkap Suharti dalam sambutan pembukaan OSN 2026 melalui daring di Dome UMM, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharti mengaku, kehadiran 540 siswa mengikuti babak final OSN di UMM hari ini bukan merupakan kebetulan. Mereka sebelumnya bersaing melalui seleksi tingkat sekolah, kabupaten-kota, provinsi hingga babak semifinal.
"Dan hari ini, ada 540 siswa yang akan berkompetisi untuk sembilan bidang yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Kebumian, Geografi, dan juga Ekonomi," ujarnya.
Menurut Suharti, OSN adalah ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta para siswa, para murid. Ia pun berharap para peserta berjuang meraih yang terbaik secara jujur.
"Dan sampai titik ini kalian semua sudah membuktikan kemampuan, ketekunan, kemauan untuk belajar, kepercayaan diri, dan terus berkarya untuk kalian, untuk Indonesia," harapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono menambahkan, dalam kompetisi OSN tahun ini tetap menghadirkan eksebisi kecerdasan buatan atau AI.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pembinaan talenta harus terus disesuaikan dengan kebutuhan masa depan.
OSN tidak hanya bertujuan mencari siswa dengan kemampuan akademik terbaik, tetapi juga membangun kompetensi yang relevan dengan perubahan zaman.
"Memang kita tidak memungkiri perkembangan teknologi ini semakin cepat, bahkan lebih cepat dari perkembangan berbagai bidang ilmu lainnya," imbuhnya.
Ia mengaku, ada peningkatan jumlah peserta kompetisi OSN sebanyak 72 persen. Di mana tahun ini penyelenggaraan akan berfokus terhadap bidang kecerdasan buatan, setidaknya ratusan peserta dari 28 provinsi hadir meramaikan kompetisi OSN 2026.
"Ada peningkatan pendaftar sebanyak 72% yang mana penyelenggaraan kompetisi berfokus pada bidang kecerdasan artifisial tahun ini hadir di tengah-tengah kita dari 28 provinsi," imbuh Veronica.
Nantinya para juara OSN akan mendapatkan prioritas beasiswa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
"Sebelumnya hampir 40 orang juara-juara OSN yang mendapat beasiswa talenta Indonesia kerjasama dengan LPDP," bebernya.
Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik mengatakan, bahwa Universitas Muhammadiyah Malang mencanangkan dirinya sebagai Excellence Solution Center.
Nah bagi peserta OSN tahun 2026, yang nantinya ingin melanjutkan pendidikan tinggi di UMM, dinilai merupakan pilihan yang cukup tepat.
"Jika suatu saat memilih untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, karena tempat ini adalah inkubator bakat yang membuka ruang seluas-luasnya untuk mengasah kemampuan digital leadership, kemampuan kreatif dan kewirausahaan, serta kemampuan pengembangan sains dan teknologi," pungkasnya.
