Dipecat PDIP, Hidayat Pernah Viral Ngamuk Bawa Keris-Ingin Bakar Diri

Dipecat PDIP, Hidayat Pernah Viral Ngamuk Bawa Keris-Ingin Bakar Diri

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 15 Sep 2026 18:30 WIB
Achmad Hidayat saat ngamuk dan hendak bakar diri di depan kantor DPC PDIP Surabaya Jalan Setail pada Jumat 17 Juli 2026
Achmad Hidayat saat ngamuk dan hendak bakar diri di depan kantor DPC PDIP Surabaya Jalan Setail pada Jumat 17 Juli 2025 (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar)
Surabaya -

Polemik pemecatan kader PDI Perjuangan (PDIP) Achmad Hidayat terus bergulir. Terbaru, DPD PDIP Jatim membantah pemecetan tersebut bukan karena buntut Hidayat sowan ke presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), namun melakukan pelanggaran etik partai.

Hidayat tercatat sebelumnya merupakan kader PDIP Surabaya dan pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC PDIP setempat. Namun ia kemudian dicopot dari jabatannya setelah Armuji naik menjadi Ketua DPC.

Tak jelas apa jenis pelanggarannya setelah pencopotannya, namun ia sempat tak terima dan ngamuk ke kantor DPC PDIP Surabaya di Jalan Setail pada Jumat, 17 Juli 2025. Videonya yang mengamuk itu sempat viral di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video, Hidayat tampak mengamuk sambil menenteng keris dan memanggil Armuji, ketua DPC PDIP Surabaya. Ia lantas menyiramkan botol berisi spirtus ke tubuhnya dan hendak bakar diri.

ADVERTISEMENT

Sejumlah petugas satgas partai yang berjaga di depan kantor DPC lantas mencegahnya untuk menyulutkan korek, sejurus kemudian petugas yang lain mengamankan keris yang masih dibawa Hidayat.

Dengan dipegangi oleh sejumlah orang, Hidayat lantas diamankan ke pinggir jalan sambil terus mengomel. Hidayat selanjutnya dibawa ke Polsek Wonokromo untuk diamankan.

Achmad Hidayat saat ngamuk dan hendak bakar diri di depan kantor DPC PDIP Surabaya Jalan Setail pada Jumat 17 Juli 2026Achmad Hidayat saat ngamuk dan hendak bakar diri di depan kantor DPC PDIP Surabaya Jalan Setail pada Jumat 17 Juli 2025 (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar)

"Ojo wedi karo Armudi. Gak ngara wani dek'e (Jangan takut sama Armuji. Gak mungkin berani dia). Hidup Megawati, hidup PDI Perjuangan," Demikian ujar Hidayat saat diamankan sejumlah satgas dalam video yang semapt beredar.

"De'e wedi dunyoe ilang. Kene nggae nyowo, enggak ngara wani de'e. Kene kabeh sayang karo Bu Mega. Ojok nunggangi partai gae kepentinganmu Armuji (Dia takut hartanya hilang. Kita pakai nyawa, enggak akan berani dia. Kita semua sayang sama Bu Mega. Jangan nunggangi partai demi kepentinganmu Armuji)," tutur Hidayat.

Setahun setelah peristiwa tersebut, Hidayat kemudian resmi dipecat sebagai kader PDIP Surabaya. Pemecatan itu tertuang dalam Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 4 September 2026. Dokumen resmi tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. SK pemecatan tersebut baru diterima oleh Hidayat pada Rabu (9/9/2026).

Terpisah, Hidayat membenarkan pemecatan dirinya. Ia menyebut pemecatan tersebut merupakan buntut karena bertamu ke rumah Jokowi pada bulan Juli.

"Betul. Saya ke rumah Jokowi itu kurang lebih bulan Juli. Hanya silaturahim, lalu saya posting di Instagram. Nah, tidak lama setelah itu, bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP, sehingga saya dipanggil oleh DPP," ujar Hidayat.

Hidayat mengatakan, agendanya berkunjung ke rumah Jokowi pada Juli lalu dilakukan atas inisiatif pribadi setelah ziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo. Saat itu, ia menegaskan tidak menggunakan atribut partai.

"Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri," ujarnya.

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Budi 'Kanang' Sulistyono yang menyampaikan pemecatan Achmad Hidayat sebagai kader karena telah melakukan banyak pelanggaran. Namun akumulasi laporan pihak luar terkait dugaan tindak pelanggaran yang dilakukan oleh Hidayat.

Achmad Hidayat saat ngamuk dan hendak bakar diri di depan kantor DPC PDIP Surabaya Jalan Setail pada Jumat 17 Juli 2026Achmad Hidayat saat ngamuk dan hendak bakar diri di depan kantor DPC PDIP Surabaya Jalan Setail pada Jumat 17 Juli 2025 (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar)

"Pelanggaran-pelanggaran Achmad Hidayat tidak terkait dengan kasus sowannya dia ke Jokowi. Tapi banyak kasus yang terkait pelaporan-pelaporan dari pihak luar tentang janji-janji perdata dan pidana yang dia lakukan," kata Kanang kepada detikJatim, Selasa (15/9/2026).

Kanang menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran kode etik Achmad Hidayat telah berlangsung sejak lama. Penanganan kasus ini bahkan sudah berjalan sebelum kepemimpinan DPC PDIP Surabaya dialihkan ke Penjabat (Pj).

"Proses pelanggaran kode etik partai oleh Achmad Hidayat yang ditangani DPD sudah sejak lama bahkan sebelum ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya di Pj (penjabat) kan dari almarhum Mas Awi (Adi Sutarwijono) ke Mas Yordan (Yordan Batara Goa). Karena saya sendiri yang menangani sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai," bebernya.

Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan secara resmi memecat kader DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, dari keanggotaan partai. Pemecatan ini buntut Hidayat berkunjung ke kediaman Joko Widodo (Jokowi) serta menyuarakan usulan rehabilitasi status keanggotaan Presiden ke-7 RI tersebut.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads