Selat Sunda yang Menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra

Selat Sunda yang Menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra

Irma Budiarti - detikJatim
Selasa, 15 Sep 2026 12:45 WIB
Ilustrasi Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.
Ilustrasi Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Selat Sunda merupakan perairan yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Selat ini berada di antara bagian barat Pulau Jawa dan bagian selatan Pulau Sumatra, sekaligus menghubungkan Laut Jawa dengan Samudra Hindia.

Melansir Google Arts & Culture, pada bagian tersempitnya, Selat Sunda memiliki lebar sekitar 30 kilometer. Di kawasan ini juga terdapat sejumlah pulau kecil, termasuk Pulau Krakatau yang dikenal sebagai kawasan vulkanik.

Letak Selat Sunda

Selat Sunda berada di antara bagian barat Pulau Jawa dan bagian selatan Pulau Sumatra. Keberadaan selat ini membuat kedua pulau yang sebelumnya pernah terhubung tersebut kini terpisah oleh perairan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain memiliki nilai geografis, Selat Sunda juga menjadi salah satu jalur pelayaran penting. Letaknya menjadi salah satu lintasan yang menghubungkan kawasan Laut China Selatan dengan Samudra Hindia.

Asal-usul Selat Sunda

Selat Sunda tidak terbentuk secara tiba-tiba. Kawasan ini merupakan hasil dari proses geologi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari buku Dinamika Geologi Selat Sunda Dalam Pembangunan Berkelanjutan, Selat Sunda merupakan zona transisi yang berkaitan dengan perubahan arah dan kecepatan subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia.

Kajian tersebut juga menjelaskan bahwa Pulau Jawa dan Pulau Sumatra diperkirakan pernah terhubung sebelum Late Miocene. Kemudian, sejak sekitar Mio-Pliosen, kedua pulau mulai saling berpisah dan membentuk lorong sempit yang berkembang menjadi kawasan Selat Sunda.

Bagaimana Selat Sunda Terbentuk?

Proses terbentuknya Selat Sunda berkaitan erat dengan aktivitas tektonik. Perubahan kondisi tektonik di kawasan tersebut menjadi salah satu pemicu awal terbentuknya selat.

Aktivitas geologi kemudian terus berlangsung dan turut ditandai dengan gempa bumi serta aktivitas gunung api di sekitar Krakatau. Karena itu, Selat Sunda dikenal sebagai kawasan dengan kondisi geodinamika yang aktif.

Sebelum menjadi selat seperti sekarang, wilayah tersebut diperkirakan pernah berupa daratan hingga lingkungan laut dangkal. Aktivitas vulkanisme mulai berkembang pada Late Miocene bersamaan dengan proses pembukaan kawasan Selat Sunda.

Jawa dan Sumatra Pernah Terhubung

Proses pemisahan Jawa dan Sumatra berlangsung secara bertahap dalam skala waktu geologi. Pada Late Miocene, kedua wilayah mulai mengalami proses pemisahan yang kemudian membentuk kawasan Selat Sunda.

Proses tersebut terus berkembang hingga menghasilkan kondisi geografis seperti yang dikenal saat ini. Dengan demikian, Selat Sunda merupakan hasil dari proses geologi panjang yang akhirnya memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Selat Sunda dan Krakatau

Krakatau menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kondisi geologi Selat Sunda. Aktivitas vulkanik di kawasan tersebut berkaitan dengan kondisi geodinamika Selat Sunda yang masih aktif.

Selain aspek geologi, Selat Sunda juga memiliki nilai sejarah. Pada 1942, kawasan ini menjadi lokasi Pertempuran Selat Sunda ketika kapal perang Sekutu USS Houston dan HMAS Perth berhadapan dengan pasukan Jepang dalam rangkaian peristiwa Perang Dunia II.

Selat Sunda memiliki peran penting dari sisi geografis, geologi, pelayaran, hingga sejarah. Secara geografis, selat ini memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra sekaligus menghubungkan Laut Jawa dengan Samudra Hindia.

Dari sisi geologi, Selat Sunda merupakan zona transisi dengan aktivitas tektonik dan vulkanik yang masih berlangsung. Sementara itu, keberadaannya sebagai jalur perairan menjadikan Selat Sunda memiliki peran dalam aktivitas pelayaran di kawasan Indonesia.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads