Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pria paruh baya tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sri Tanjung relasi Surabaya-Banyuwangi di jalur KA Jalan Kolonel Sugiono, Desa Waru, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Korban diduga mengalami depresi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 14.51 WIB. Korban diketahui berinisial S (58), warga Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Waru Kompol Amin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban terlihat berjalan mondar-mandir di sekitar jalur kereta api sebelum kejadian.
"Korban sebelumnya sudah diingatkan oleh warga agar tidak berada di sekitar rel, namun tidak dihiraukan," ujar Amin kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Senin (14/9/2026).
Saat perlintasan kereta api ditutup dan KA Sri Tanjung nomor lokomotif 206 melaju dari arah utara menuju selatan, korban yang sempat duduk di pinggir jalan kemudian menyeberang ke jalur kereta.
"Ketika kereta api mendekat, korban menyeberang sehingga tertabrak KA Sri Tanjung," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi dan sebelumnya telah menjalani pengobatan di RS Menur. Keluarga juga menyebut korban kerap berjalan mondar-mandir di sekitar rel kereta api.
Petugas KAI yang menjadi saksi dalam kejadian tersebut yakni Prasetyo Widodo (33). Polisi masih melakukan penanganan dan pendataan terkait insiden tersebut.
