Fun Run Heritage, Surabaya Siap-siap Jadi Kota Ramah Pelari!

Fun Run Heritage, Surabaya Siap-siap Jadi Kota Ramah Pelari!

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 13 Sep 2026 22:00 WIB
Fun Run Heritage digelar di Surabaya.
Fun Run Heritage digelar di Surabaya. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Surabaya sedang bersiap-siap menjadi kota ramah bagi pelari. Predikat ini tak lepas dari maraknya berbagai kegiatan lari yang diselenggarakan di Kota Pahlawan.

Salah satu kegiatan lari di Surabaya adalah ISOPLUS Marathon 2026 yang akan digelar 4 Oktober 2026. Tiga pekan menjelang acara, panitia menggelar kegiatan fun run sepanjang 6 kilometer pada Minggu (13/9).

Kegiatan yang diikuti 250 pelari dari berbagai komunitas ini melintasi rute heritage yang menonjolkan berbagai lanskap dan ikon sejarah Kota Surabaya, seperti Tugu Pahlawan, Tugu Bambu Runcing, kawasan Siola, hingga Hotel Majapahit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran parade unik peserta di sepanjang rute ini juga menjadi penanda kesiapan Surabaya sebagai kota ramah pelari yang siap menyambut ajang lari berskala nasional.

ADVERTISEMENT

Puncak event Marathon 2026 mendatang diproyeksikan bakal diikuti sekitar 11.000 pelari dari berbagai daerah. Race village direncanakan berpusat di Balai Kota Surabaya dengan memutarkan kategori lari yang lengkap, mulai dari Kids Dash, 5K, 10K, Half Marathon (21K), hingga Full Marathon (42K).

"Kami nyuwun dukungan penuh masyarakat Surabaya untuk tanggal 4 Oktober nanti, pinjam dulu jalannya di hari Minggu pagi," ujar perwakilan penyelenggara Maraton, Khristian Vandiartha, Minggu (13/9/2026).

"Akan dilakukan rekayasa lalu lintas oleh Dinas Perhubungan dan Polrestabes Surabaya demi kelancaran acara dan keamanan para pelari. Matur nuwun, arek-arek Suroboyo!" Katanya.

Selain ajang lari dan parade, rangkaian acara pemanasan di Taman Prestasi ini diisi dengan sesi edukasi dari Coach Andy Sugiyanto. Dalam sesi berbagi itu Coach Andy menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental, termasuk menyikapi fenomena susah tidur di malam sebelum hari perlombaan (race day).

"Kondisi kurang tidur semalam sebelum race adalah hal yang normal dan bahkan sering dialami oleh atlet berpengalaman. Cadangan energi dari tidur malam-malam sebelumnya (2-3 hari lalu) jauh lebih menentukan performa pelari dibanding tidur pada malam H-1," pungkas Coach Andy.



(abq/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads