Amuk Warga Malang Hajar Anggota DPRD gegara Penutupan Bendungan Lahor

Round Up

Amuk Warga Malang Hajar Anggota DPRD gegara Penutupan Bendungan Lahor

Amir Baihaqi - detikJatim
Minggu, 13 Sep 2026 06:20 WIB
Anggota DPRD Malang, Zulham Akhmad Mubarok saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kanjuruhan
Anggota DPRD Malang, Zulham Akhmad Mubarok saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kanjuruhan (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok jadi korban penganiayaan sejumlah warga saat menyampaikan aspirasi. Akibatnya, Zulham mengalami sejumlah luka.

Peristiwa tersebut bermula saat sekelompok warga Sumberpucung yang dipimpin Hadi Wiyono alias Pak Dur mendatangi gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi terkait pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam.

Warga kemudian diterima oleh sejumlah anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat, di antaranya Dofic Soroanggomo dari Fraksi Golkar dan Alayk Mubarok dari Fraksi Gerindra. Namun, suasana berubah memanas akibat adu argumen antara Pak Dur dan anggota dewan yang menemui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana kemudian berubah memanas ketika terjadi adu argumen antara Pak Dur dengan anggota DPRD yang datang menemui. Zulham yang datang mencoba untuk menenangkan dan melerai justru balik menjadi sasaran penganiayaan.

ADVERTISEMENT

"Awalnya tidak ada debat dengan saya. Saya datang untuk melerai, tapi malah diumpat, begitu saya tanya malah dia langsung membenturkan kepalanya ke saya," kata Zulham, Minggu (13/9/2026).

Setelah menganiaya Zulham, Pak Dur lantas beranjak keluar dari gedung DPRD. Namun bukan mereda, ia malah menantang semua anggota DPRD untuk berkelahi sambil terus mengeluarkan kata umpatan.

"Semuanya ditantang berkelahi," ucap Zulham.

Zulham yang mencoba mempertanyakan tantangan kembali mendapat penganiayaan. Kali ini kepalanya kembali dipukul dan disundul Pak Dur hingga tujuh kali. Akibatnya Zulham mengaku mengalami luka di bagian bibir dan kepalanya.

Keributan yang terjadi diluar gedung DPRD Kabupaten Malang itupun berhasil diredam. Namun Pak Dur kembali menyerang dengan melempar botol mineral ke arah Zulham.

Setelah kejadian itu, Zulham kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Kanjuruhan. Sebab ia menderita benjolan di kepala kiri dan nyeri di bagian samping serta belakang kepala. Sementara itu, bibirnya mengalami luka sobek.

Tak terima mendapat penganiayaan, Zulham kemudian secara resmi melaporkan kekerasan yang dialami ke Polres Malang. Ia juga melampirkan barang bukti visum sebagai pelengkap bukti laporan.

"Saya menjalankan tugas negara menemui masyarakat, tetapi justru mendapat tindakan kekerasan. Saya mohon keadilan. Menyampaikan pendapat tidak boleh dengan cara arogan," pungkasnya.

Seperti diketahui, penutupan akses jalan di atas Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, Jawa Timur sejak 1 Agustus 2026 menuai protes warga. Kebijakan ini memicu keluhan warga karena dinilai menghambat aktivitas dan mengganggu roda perekonomian di dua wilayah tersebut.

Perum Jasa Tirta I sebelumnya memberlakukan pembatasan akses lalu lintas di atas Puncak Bendungan Lahor yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar sebagai langkah mitigasi dan perlindungan terhadap bendungan yang berstatus Objek Vital Nasional.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads